INformasinasional.com, Langkat — Ditengah luka banjir yang belum sepenuhnya kering, pemerintah pusat menurunkan 10.000 paket sembako ke Kabupaten Langkat. Bantuan itu datang langsung dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dipimpin Menteri Agus Andrianto, dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke-76. Stadion Nurcahya, Tanjung Pura, Rabu (28/1/2026), berubah menjadi panggung simbolik kehadiran negara.
Bupati Langkat H Syah Afandin SH tak menyia-nyiakan momen. Dihadapan jajaran pejabat pusat dan daerah, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah kementerian yang turun langsung ke wilayah terdampak banjir.
“Ini bukan sekadar seremonial. Kehadiran Menteri menjadi suntikan moral bagi masyarakat dan pemerintah daerah yang sedang berjibaku memulihkan kondisi pascabencana,” kata Syah Afandin.
Bagi Pemkab Langkat, kedatangan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI bukan hanya membawa sembako, tapi juga pesan politik, negara hadir.
Bantuan sosial tersebut disalurkan kepada warga terdampak banjir di 17 desa yang tersebar di 10 kecamatan.
Sebanyak 30 warga menerima paket sembako secara simbolis dihadapan publik.
Syah Afandin menilai kunjungan ini sebagai penguat semangat gotong royong ditengah situasi darurat. “Kami mendoakan agar Bapak Menteri senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian,” katanya, dengan nada yang lebih dari sekadar formalitas.
Kegiatan bakti sosial ini dipimpin langsung Menteri Agus Andrianto, didampingi Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenimipas Ny Evi Agus Andrianto. Turut hadir Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso, Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman, pimpinan tinggi Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta deretan pejabat provinsi dan kabupaten, lengkap, nyaris tanpa celah.
Dalam sambutannya, Agus Andrianto menegaskan bahwa Hari Bhakti Imigrasi ke-76 tidak dirayakan dengan kemewahan, melainkan dengan “kehadiran yang dirasakan.”
“Kami ingin manfaatnya langsung menyentuh warga. Sederhana, tapi berdampak,” katanya.
Pernyataan itu sejalan dengan tema kegiatan, Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju. Sebuah slogan yang diuji langsung dilapangan, ditengah banjir, ditengah kebutuhan mendesak, dan dihadapan masyarakat yang menunggu lebih dari sekadar janji.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso ikut menggarisbawahi makna kehadiran kementerian didaerah. Menurutnya, sinergi lintas sektor adalah kunci agar bantuan tidak berhenti sebagai acara tahunan, melainkan menjadi bagian dari solusi berkelanjutan bagi warga terdampak bencana.
Acara berlangsung tertib dan hangat. Namun, bagi warga Langkat, yang terpenting bukanlah seremoni, melainkan apakah kehadiran negara akan terus berlanjut setelah kamera dimatikan dan pejabat kembali ke Jakarta ? (Misno)






Discussion about this post