INformasinasional.com, BEKASI – Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Komdigi, Cikarang, Bekasi, Jumat (29/8/2025), menjadi saksi sejarah lahirnya komitmen besar keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Pra-Kongres PWI 2025 yang digelar dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan itu tidak hanya menjadi ajang pemanasan menuju kongres puncak, melainkan juga penegasan tekad bulat insan pers untuk menjaga marwah organisasi tertua wartawan di Indonesia.
Acara dibuka oleh Ketua Organizing Committee (OC), Marthen Selamet Susanto, yang langsung menyerahkan jalannya sidang kepada Steering Committee (SC) guna memimpin agenda pra-kongres. Dalam sambutannya, Marthen menegaskan bahwa panitia sudah menyiapkan segalanya dengan matang.
“Hari ini kita memulai pra-kongres dalam suasana penuh kebersamaan. Semua persiapan telah rampung, dan kami berkomitmen memastikan jalannya kongres berlangsung tertib, demokratis, serta menjunjung tinggi integritas,” ujar Marthen lantang disambut tepuk tangan hadirin.
Sebelum masuk keagenda inti, seluruh peserta dengan khusyuk memanjatkan doa dan membacakan surah Al-Fatihah untuk mengenang almarhum Wina Armada Sukardi. Sosok senior PWI sekaligus anggota SC Panitia Kongres PWI Persatuan 2025 itu dikenang sebagai figur penjaga idealisme pers nasional.
Momen paling bergema dalam pra-kongres ini adalah penandatanganan Pakta Integritas, yang dimulai oleh jajaran SC, yakni Zulkifli Gani Ottoh, IGMB Dwikora Putra, Totok Suryanto, Lutfi L. Hakim, Zacky Antony, Marah Sakti Siregar, dan Diapari Sibatangkayu.
Ketua SC Zulkifli Gani Ottoh dengan suara tegas mengingatkan bahwa pakta tersebut bukanlah sekadar formalitas:
“Pakta Integritas ini bukan tanda tangan di atas kertas, tetapi komitmen moral kita semua untuk menjaga marwah organisasi. Kongres harus berlangsung jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya yang langsung menggemparkan ruangan dengan tepuk tangan riuh.
Tak hanya SC, jajaran OC juga membubuhkan tanda tangan, di antaranya Marthen Selamet Susanto, Raja Parlindungan Pane, Tubagus Adhi, Firdaus Komar, Harris Sadikin, Sarjono, Muhammad Nasir, Musrifah, Sarwani, Kadirah, Herwan Pebriansyah, hingga Mercys Charles Loho.
Penandatanganan Pakta Integritas semakin monumental ketika diikuti oleh Ketua PWI Provinsi se-Indonesia, dua calon Ketua Umum Akhmad Munir dan Hendry Ch. Bangun, serta dua calon Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari dan Sihono.
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Pra-Kongres oleh Totok Suryanto. Deklarasi itu berisi penegasan seluruh peserta untuk menjaga integritas, memperkokoh persatuan, serta memastikan kelancaran Kongres PWI 2025.
“Tidak ada ruang untuk manuver kotor, tidak ada tempat bagi praktik tidak sehat. Kongres ini milik wartawan Indonesia, dan kita akan menjaganya bersama,” demikian isi deklarasi yang menggema di seluruh ruangan.
Dengan selesainya pra-kongres ini, PWI kini memasuki tahapan penentuan sejarah: Kongres PWI 2025 yang akan digelar pada Sabtu (30/8/2025). Agenda utama mencakup sidang pleno, penyampaian visi-misi calon ketua, hingga pemilihan Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan PWI periode 2025–2030.
Suasana penuh wibawa dan energi kebersamaan di pra-kongres membuat publik menaruh harapan besar: kongres kali ini bukan sekadar perebutan kursi, melainkan momentum emas untuk mengembalikan kejayaan PWI sebagai garda terdepan demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.(Misno)