INformasinasional.com-Pasaman Barat–Mahasiswa Pasaman Barat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pasaman Barat (AMPB) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban terdampak banjir, setelah sebelumnya melakukan penggalangan dana lewat aksi solidaritas di bundaran Simpang Empat selama dua hari, 28–29 November 2025.
Setelah dana terkumpul, AMPB langsung turun ke lapangan untuk menyerahkan bantuan di Nagari Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, pada Minggu (30/11/2025), kepada warga yang terdampak banjir.
Koordinator AMPB, Ridho Kurnia mengatakan, bahwa hari ini kami bersama rekan-rekan mahasiswa menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang menjadi korban banjir di Nagari Rantau Panjang.
“Bantuan yang disalurkan berupa sembako seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, kopi, air bersih (Air Jeje), serta makanan ringan lainnya,” sebutnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat banjir. Ridho juga menegaskan bahwa aksi sosial seperti ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi daerah.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu kebutuhan dasar warga dan menjadi penguat semangat bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Semoga kondisi segera pulih dan aktivitas warga dapat kembali normal,”ujarnya.
Ridho juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam donasi, serta mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Selain menyalurkan bantuan, para mahasiswa juga menyempatkan diri untuk berinteraksi langsung dengan warga guna memastikan kebutuhan mendesak apa saja yang masih diperlukan.
Beberapa warga mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa yang datang membawa bantuan logistik di tengah kondisi banjir yang membuat aktivitas mereka terbatas.
Ia menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan ini bukan hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan solidaritas di kalangan generasi muda.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga ikut dalam persoalan sosial masyarakat. Ketika daerah kita dilanda musibah, kita harus hadir bersama mereka,” katanya mengakhiri.
Reporter: SYAFRIZAL





Discussion about this post