INformasinasional.com, Jembrana – Petugas melakukan evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali beberapa waktu lalu. Petugas menemukan mayat tanpa identitas mengapung dengan kondisi bagian kepala, kedua tangan, dan telapak kaki sudah terlepas.
“Betul (penemuan jenazah), saya bersama anggota saat patroli monitor kegiatan pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya menemukan mayat yang terapung,” Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, dilansir detikBali, Minggu (1/2/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 07.15 Wita. Tak ada identitas yang tersemat pada tubuh korban saat ditemukan. Proses evakuasi dilakukan menggunakan rubber boat milik Angkatan Laut (AL).
Jenazah dibawa mendarat di Pantai Cemara, namun karena titik koordinat penemuan masuk dalam wilayah hukum Jawa Timur, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Polres Banyuwangi. Dari dugaan sementara, jasad tersebut merupakan korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam.
“Diduga korban KMP Tunu dan penemuan diwilayah hukum Banyuwangi. Jenazah langsung kami serah terimakan ke pihak sana untuk proses identifikasi lebih lanjut (Inafis),” ujarnya.
Diketahui, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 mulai diangkat secara bertahap. Pada hari pertama proses penyisiran bagian dalam bangkai kapal, tim menemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjungwangi Banyuwangi, Purgana, mengungkapkan bahwa jika dalam proses pengangkatan bangkai kapal ditemukan jenazah, maka akan diperlakukan sebagaimana mestinya dan dimakamkan secara layak melalui pemakaman massal.
“Nanti, jika dalam prosesnya itu ada ditemukan jenazah, akan diperlakukan dengan sebagaimana mestinya. Itu adalah hasil koordinasi dengan seluruh pihak dari yang saya tahu,” jelas Purgana.
“Nah… pemakamannya nanti secara masal, khan sudah ada surat pernyataan itu yang ditandatangani oleh keluarga korban,” tambahnya.
Disisi lain, temuan jenazah yang masih dalam proses evakuasi dari dasar laut kepermukaan telah disampaikan kepada pihak perwakilan keluarga korban. Mereka menyesalkan sikap otoritas yang dinilai tidak memberikan informasi perkembangan pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya secara berkala.
“Sampai hari ini tidak ada satupun vidio atau foto yang kami terima. Semua bungkam, tidak memberikan update informasi kepada kami tentang perkembangan pengangkatan bangkai KMP Tunu,” ungkap Bibit Hariyanto, perwakilan keluarga korban, Minggu (1/2/2026).
Bibit menduga ada upaya menutup-nutupi proses tersebut. Ia juga mengaku mendapat tekanan dari pihak keluarga korban terkait tuntutan yang seharusnya menjadi kesepakatan bersama.
“Keluarga korban menekan saya, dan mereka mengancam kalau tidak ada koordinasi baik, surat pernyataan persetujuan akan dicabut,” tegas Bibit.
Setelah berhasil diangkat kepermukaan, jenazah pertama yang ditemukan didalam bangkai KMP Tunu Pratama Jaya akan segera dipindahkan ke RSUD Blambangan.(Sumber: detikcom)






Discussion about this post