INformasinasional.com, Nias Utara – Malam di Desa Silimabanua, Kecamatan Tuhemberua, berubah mencekam. Api menjilat dinding papan, asap hitam menyesakkan udara, dan teriakan warga bersahut-sahutan. Ditengah kobaran itu, seorang pria berinisial YG berdiri dengan parang ditangan, melarang siapa pun mendekat. Rumah yang terbakar bukan milik orang lain. Itu rumah ibu kandungnya sendiri.
Peristiwa itu terjadi Minggu malam (15/2/2026). Keributan lebih dulu terdengar dari dalam rumah korban. Warga yang penasaran mendekat, namun tak menyangka keributan itu berujung kobaran api.
Plt Kasi Humas Polres Nias, Aipda Motivasi Gea, membenarkan insiden tersebut. “Terdengar keributan dari dalam rumah korban. Seorang pria berinisial YG, anak kandung korban, diduga membakar bagian dalam rumah,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).
Warga spontan berupaya memadamkan api dengan air seadanya. Namun upaya itu terhenti mendadak. YG menghunus parang dan mengancam siapa pun yang mencoba menyiramkan air kekobaran api.
“Saat saksi hendak memadamkan api dengan menyiram air, terduga pelaku mengancam menggunakan parang sambil melarang pemadaman,” kata Motivasi.
Ancaman itu membuat warga mundur. Api pun leluasa membesar, melalap hampir seluruh bagian rumah. Ditengah kepanikan, YG kabur meninggalkan lokasi. Setelah situasi relatif aman, warga bersama aparat kepolisian kembali berjibaku menjinakkan si jago merah.
Dua jam berselang, api akhirnya padam. Namun sekitar 70 persen bangunan telah hangus. Dinding arang, atap runtuh, dan puing-puing berserakan menjadi saksi bisu amarah yang tak terkendali.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 200 juta. Dokumen-dokumen penting milik korban ikut menjadi abu.
Polsek Tuhemberua telah membuat laporan polisi Model A dan kini memburu pelaku. Dugaan sementara, YG berada dibawah pengaruh minuman keras saat kejadian.
Tragedi ini meninggalkan luka yang lebih dalam dari sekadar kerugian materi. Disebuah desa kecil diutara Sumatera, seorang ibu harus menyaksikan rumahnya dilalap api, oleh darah dagingnya sendiri.(Misn’t/dtc)






Discussion about this post