INformasinasional.com, MEDAN — Kota Medan mendadak “demam pertalite”. Sejak Kamis (5/3/2026) malam, warga berbondong-bondong menyerbu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah beredar pesan berantai yang mengklaim stok BBM hanya cukup untuk 21 hari. Isu yang beredar liar diaplikasi percakapan dan media sosial itu memicu panic buying yang membuat antrean kendaraan mengular dan lalu lintas sempat tersendat diberbagai titik.
Sejumlah SPBU di Kota Medan dipadati kendaraan roda dua dan roda empat. Pemandangan antrean panjang terlihat di SPBU Jalan Dr Mansyur, Jalan Sei Batanghari, Jalan Sei Serayu, hingga Jalan Setia Budi. Sejak pagi hingga siang, kendaraan terus berdatangan, seolah-olah kota ini sedang menghadapi krisis energi.
Di SPBU Jalan Setia Budi, Jumat (6/3/2026) siang, antrean kendaraan tampak merayap pelan. Pengendara rela menunggu lama demi memastikan tangki mereka terisi penuh.
“Mau gimana lagi bang, minyak kami sudah habis. Mau isi dulu biar aman,” ujar Sihaloho, seorang pengendara di Jalan Gatot Subroto.
Kekhawatiran yang sama juga disampaikan pengendara lain.
Mereka trauma dengan kelangkaan BBM yang pernah terjadi sebelumnya.
“Nanti kayak kemarin itu, habis minyak. Kita kan nggak tahu, sering nggak ada kepastian,” kata Karmila, pengendara lainnya.
Fenomena serbuan BBM ini bukan hanya terjadi di Kota Medan. Diruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Langkat, antrean kendaraan juga mengular disejumlah SPBU, seperti di Desa Cempa, Desa Batu Melenggang Kecamatan Hinai, hingga SPBU Kecamatan Wampu.
Yang paling mencolok adalah antrean kendaraan berbahan bakar solar, yang bahkan meluber hingga kebahu jalan Jalinsum dan memicu perlambatan arus lalu lintas.
Meski situasi di SPBU masih relatif kondusif, gelombang panic buying ini jelas mengganggu aktivitas masyarakat. Kemacetan sporadis terjadi disekitar SPBU karena kendaraan antre hingga keluar area pengisian.
Namun Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan kepanikan tersebut tidak beralasan. Perusahaan energi pelat merah itu menegaskan stok BBM dan LPG diwilayah Sumatera Utara dalam kondisi aman.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa distribusi energi berjalan normal.
“Penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan normal. Stok BBM untuk wilayah Aceh dan Sibolga serta sekitarnya dalam kondisi aman dan terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Fahrougi, Jumat (6/3/2026).
Pertamina juga memastikan kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi energi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari peningkatan cadangan stok (build up stock) hingga memastikan kesiapan sarana distribusi diseluruh wilayah operasional.
Menurut Fahrougi, pesan berantai yang mengimbau masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki BBM tidak benar dan berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
“Informasi tersebut sama sekali tidak benar. Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak menerima informasi dan tidak menyebarkan pesan berantai dari sumber yang tidak jelas,” katanya.
Pertamina juga memastikan rantai pasokan energi tetap kuat karena didukung sistem bisnis terintegrasi, mulai dari sektor hulu, pengolahan dikilang, hingga distribusi kemasyarakat.
Namun dilapangan, pesan klarifikasi itu tampaknya kalah cepat dibandingkan laju pesan berantai. Hanya dalam hitungan jam, isu stok 21 hari telah menyulut kepanikan massal dan membuat SPBU di Medan serta sejumlah wilayah Sumatera Utara bahkan ke Aceh berubah menjadi lautan antrean kendaraan.(misn’t)






Discussion about this post