INformasinasional.com, SABANG – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa kemudahan akses informasi bagi generasi muda melalui gadget dan media sosial. Namun dibalik kemudahan tersebut, diperlukan sikap bijak dan tanggung jawab agar penggunaan teknologi tidak mengganggu aktivitas utama, seperti menuntut ilmu, beribadah, serta menjalankan kewajiban sekolah maupun pekerjaan.
Hal itu disampaikan imam muda Sabang, Tgk Muchtar Andhika, yang menilai penggunaan gadget tanpa kendali dapat membuat anak muda lalai terhadap tanggung jawab penting dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tidak sedikit generasi muda yang terjebak dalam dunia maya hingga melupakan prioritas utama mereka.
“Gadget itu memang melelahkan sekaligus melenakan. Kalau tidak punya skala prioritas, bisa bikin lalai dari hal-hal penting,” ujar Tgk. Muchtar Andhika, Minggu (22/3/2026).
Ia menegaskan pentingnya menetapkan skala prioritas dalam hidup agar interaksi dengan gadget dan media sosial tidak menyita seluruh waktu dan perhatian. Dunia maya, kata dia, bukan satu-satunya realitas yang harus dijalani, karena dunia nyata tetap menuntut tanggung jawab sebagai pelajar, mahasiswa, maupun pekerja.
“Banyak anak muda terbuai oleh kesenangan dunia maya, tapi lupa dengan tanggung jawab utama mereka didunia nyata,” katanya.
Selain itu, Tgk. Muchtar Andhika juga menyoroti pentingnya kesadaran digital, khususnya dalam menggunakan media sosial. Ia mengajak generasi muda untuk menerapkan prinsip “think before posting” atau berpikir sebelum membagikan sesuatu keruang publik.
“Apa yang kita unggah akan menjadi jejak digital. Sekali diposting, itu bisa abadi meskipun sudah dihapus. Bisa saja sudah dilihat, disimpan, bahkan tersebar diserver lain,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong para pemuda, khususnya remaja putri, agar lebih selektif dalam memilih dan menyaring konten sebelum membagikannya. Prinsip “saring sebelum sharing” dinilai penting agar media sosial tidak justru menjadi bumerang dimasa depan.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif dan bermanfaat, bukan sebaliknya,” katanya.*






Discussion about this post