INformasinasional.com, Nias Selatan — Langit duka menyelimuti bumi Nias Selatan, Jumat (27/03/2026). Ditengah suasana haru yang tertahan, jajaran Kepolisian Resor Nias Selatan menggelar upacara persemayaman dan pemakaman bagi Purnawirawan Polri AKBP (Purn) Elezaro Duha, suatu penghormatan terakhir yang tak sekadar seremonial, melainkan penegasan akan jejak pengabdian panjang seorang Bhayangkara.
Dirumah duka, Desa Bawodobara, Kecamatan Teluk Dalam, keheningan terasa begitu dalam. Isak keluarga berpadu dengan sikap hormat para anggota Polri yang berdiri tegap mengiringi prosesi persemayaman. Dari sanalah, perjalanan terakhir almarhum dimulai, menuju peristirahatan abadi di Desa Nanowa.
Upacara berlangsung dalam balutan tradisi kepolisian yang sarat makna. Wakapolres Nias Selatan, Kompol Mahyu Danil Noor, S.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara persemayaman, didampingi Perwira Upacara IPDA Dr. Richy Ricardo Sembiring, S.H., M.H. Sementara pada prosesi pemakaman, Kapolres Nias Selatan AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.I.K., M.H. memimpin langsung jalannya upacara, dengan IPDA Emil Yoni Lumban Toruan, S.H. sebagai Perwira Upacara.
Rangkaian prosesi berjalan khidmat, dimulai dari penyerahan jenazah oleh pihak keluarga kepada institusi Polri, hingga pelepasan menuju tempat peristirahatan terakhir. Riwayat hidup almarhum dibacakan dengan penuh penghormatan, disusul apel persada yang menjadi simbol penghargaan tertinggi bagi anggota Polri yang telah purna tugas.
Dalam sambutannya, AKBP Ferry Mulyana Sunarya menyampaikan duka mendalam yang menggema tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh institusi Polri.
“Atas nama pimpinan Polri, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kepergian beliau adalah kehilangan bagi kami semua. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa,” katanya, dengan nada penuh empati.
Namun dibalik tutur yang lembut itu, tersirat pesan kuat, pengabdian tidak pernah benar-benar usai, bahkan ketika raga telah tiada. Nama dan jasa tetap hidup dalam ingatan institusi dan masyarakat.
Pihak keluarga, melalui perwakilannya, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas penghormatan yang diberikan. Ditengah duka yang mendalam, mereka memohon doa agar diberikan kekuatan menghadapi kehilangan ini.
Prosesi ini menjadi lebih dari sekadar pemakaman. Ia adalah cermin nilai, tentang loyalitas, dedikasi, dan penghormatan tanpa batas kepada mereka yang telah mengabdikan hidupnya untuk negara. Ditanah Nanowa, AKBP (Purn) Elezaro Duha kini beristirahat. Namun jejak pengabdiannya, akan terus menggema, diam, tapi menggigit dalam ingatan.
Reporter: Mareti Tafonao






Discussion about this post