INformasinasional.com, Washington DC – Pasukan komando Amerika Serikat (AS) dikerahkan jauh kedalam wilayah Iran untuk menyelamatkan seorang pilot jet tempur AS yang jatuh dinegara tersebut. Hal ini dilaporkan media-media AS pada hari Minggu (5/4/2026) waktu setempat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pilot militer tersebut telah ditemukan dalam kondisi “selamat dan sehat”.
Sebelumnya, Teheran mengatakan bahwa pasukannya telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15. Itu menjadi jet tempur pertama AS yang jatuh diwilayah Iran sejak perang berkecamuk pada 28 Februari lalu. Washington belum mengonfirmasi detail bagaimana jet tempur itu jatuh.
Trump mengatakan pada Minggu (5/4) pagi, bahwa militer AS telah “melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS, untuk salah satu perwira awak pesawat kita yang luar biasa, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati, dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa sekarang dia SELAMAT dan SEHAT!”
Laporan media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip seorang pejabat Washington yang tidak disebut namanya, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (6/4/2026), menyebutkan bahwa Komando Navy SEAL Team 6 ditugaskan untuk mengevakuasi pilot tersebut.
Pilot AS tersebut, yang merupakan seorang perwira sistem senjata, mengalami luka-luka setelah melontarkan diri dari jet tempur, tetapi masih bisa berjalan. Menurut laporan media Axios yang mengutip seorang pejabat AS, penerbang AS itu menghindari penangkapan diarea pegunungan Iran selama lebih dari sehari.
Penerbang yang tidak disebut namanya itu, menurut laporan NYT, dilengkapi dengan pistol, suar, dan perangkat komunikasi aman untuk berkoordinasi dengan tim penyelamat.
Pasukan komando AS yang mendekati penerbang itu, menurut NYT dalam laporannya, melepaskan tembakan untuk menjauhkan pasukan militer Iran dari lokasi penyelamatan.
Trump, dalam pernyataan via Truth Social, mengungkapkan bahwa dirinya memerintahkan militer AS untuk mengirimkan “puluhan pesawat, dipersenjatai dengan senjata paling mematikan didunia, untuk menjemput” pilot jet tempur tersebut.
Dua pesawat militer AS yang seharusnya mengangkut pilot dan tim penyelamat kelokasi aman, sebut NYT dan CBS dalam laporannya, terjebak di pangkalan terpencil di Iran dan terpaksa dihancurkan untuk mencegahnya jatuh ketangan Teheran.
Pasukan AS kemudian menggunakan tiga pesawat angkut lainnya untuk mengevakuasi pilot tersebut dan tim penyelamat keluar dari Iran.
Trump, dalam postingan lainnya, mengonfirmasi “penyelamatan yang berhasil terhadap satu pilot pemberani lainnya, kemarin” dengan demikian, ada dua pilot AS yang diselamatkan dan dievakuasi dari Iran. Trump menambahkan bahwa operasi penyelamatan itu tidak diungkap untuk menghindari membahayakan misi penyelamatan kedua.(dtc)
Editor: Misno






Discussion about this post