INformasinasional.com-Pasaman Barat–Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendorong penguatan sektor jagung sebagai komoditas unggulan daerah melalui Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Jagung. Kegiatan digelar di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, Rabu (20/5/2026).
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, saat membacakan sambutan Bupati Pasaman Barat menegaskan bahwa pengembangan jagung tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup akses permodalan, penguatan kelembagaan petani, pemasaran, hingga pengembangan industri hilir.
“Diperlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak agar sektor unggulan ini mampu berkembang secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Doddy.
Ia menyebut Pasaman Barat merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Sumatera Barat. Pada 2025, produksi jagung di daerah itu mencapai 196.101 ton dengan luas tanam 31.290 hektare dan luas panen 31.923 hektare.
Adapun wilayah sentra produksi jagung berada di Kecamatan Kinali, Luhak Nan Duo, Pasaman, dan Ranah Batahan.
Meski memiliki potensi besar, Pemkab Pasbar mengakui sektor jagung masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan data 2023 hingga 2025, terjadi penurunan luas tanam, luas panen, dan produksi jagung.
Menurut Doddy, kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, antara lain kelangkaan pupuk, keterbatasan benih unggul, serta berkurangnya lahan integrasi jagung dengan perkebunan.
Karena itu, FGD dinilai menjadi momentum strategis untuk merumuskan solusi bersama sekaligus memperkuat kebijakan pengembangan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan daerah.
“Kita perlu menyatukan ide, gagasan, dan langkah strategis agar komoditas jagung dapat menjadi sektor unggulan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasaman Barat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Pasbar juga menekankan pentingnya edukasi dan inklusi keuangan bagi petani. Edukasi tersebut penting agar petani memahami pengelolaan usaha tani, pemanfaatan kredit produktif, serta penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pembangunan sektor pertanian sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama lintas sektor guna memperkuat ekonomi daerah.
“Mari jadikan FGD ini sebagai langkah memperkuat sinergi dan menghadirkan kebijakan serta program yang benar-benar berpihak kepada masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah,” tutup Doddy.
FGD tersebut turut dihadiri Plt Asisten II Ekadiana Oktavia, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Barat Risdawati beserta rombongan, perwakilan Bank Indonesia, OJK, Bulog, pelaku jasa keuangan, penyuluh pertanian, gapoktan, pelaku usaha jagung, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Reporter: SYAFRIZAL






Discussion about this post