INformasinasional.com, LANGKAT – Kota minyak Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat mendadak gempar. Aksi pengeroyokan brutal yang berujung maut dan merenggut nyawa seorang pemuda berusia 20 tahun. Peristiwa berdarah itu terjadi dikawasan tanah lapang Ketapa Negeri Aru, Jalan Kamil Hasyim, Lingkungan II, Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu malam (20/05/2026).
Korban diketahui bernama M Sahili (20), warga Dusun III Paluh Tabuhan, Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat. Pemuda itu dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis intensif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, tragedi maut tersebut diduga bermula dari persoalan sepele antar kelompok pelajar SMP yang sebelumnya sempat saling ejek hingga terjadi pertikaian. Meski konflik disebut telah diselesaikan, namun salah satu pihak diduga masih menyimpan dendam dan terus mencari lawan dari kelompok yang bertikai.
Situasi memanas saat beberapa orang bertemu dengan seorang pelajar SMP berinisial Tg (16), warga Lubuk Kertang, dilokasi tanah lapang Ketapa Negeri Aru. Pertengkaran kembali pecah ditengah keramaian malam itu.
Melihat keributan terjadi, M Sahili disebut berusaha melerai agar bentrokan tidak meluas. Namun nahas, niat baik korban justru berujung petaka. Ia malah menjadi sasaran amukan brutal sekelompok pelaku.
Korban diduga dikeroyok secara membabi buta oleh empat orang. Tidak hanya dipukul menggunakan kayu broti hingga tersungkur lemas, paha kanan korban juga ditikam dengan senjata tajam hingga mengalami pendarahan hebat.
Suasana dilokasi mendadak panik. Salah seorang rekan pelaku berupaya menyelamatkan nyawa M Sahili dengan membawanya menggunakan sepeda motor keklinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara para pelaku langsung melarikan diri usai melakukan aksi brutal tersebut.
Namun takdir berkata lain. Sesampainya di Puskesmas Bukit Jengkol, korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis akibat luka serius yang dideritanya.
Kematian tragis M Sahili sontak memicu duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Pihak keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Pangkalan Susu, jajaran Polres Langkat. Laporan polisi tercatat dengan nomor STTPL/B/13/V/2026/SPKT/Polsek PKL.Susu/Res Langkat/Polda Sumut tertanggal 21 Mei 2026, atas nama pelapor Assyakur Al Hafish yang merupakan abang kandung korban.
Bergerak cepat menindaklanjuti laporan itu, aparat kepolisian melakukan penyelidikan intensif. Kurang dari tiga jam setelah laporan diterima, polisi berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku dari dua lokasi berbeda.

Kapolsek Pangkalan Susu, Dedi YP Ginting membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi awak media.
“Ada empat orang yang sudah diamankan. Saat ini kami masih melakukan pengembangan terkait kasus ini,” kataya singkat.
Empat terduga pelaku yang kini diamankan di Mapolsek Pangkalan Susu masing-masing berinisial MP alias Ical, warga Dusun III Desa Alur Cempedak, serta RS alias Atok, AL alias Onces, dan ZS alias Ucut, warga Jalan Pahlawan, Lingkungan IV, Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif utama pengeroyokan maut tersebut, termasuk kemungkinan adanya provokasi dan keterlibatan pelaku lain dalam tragedi berdarah yang mengguncang Pangkalan Susu itu.*
Editor: Misno






Discussion about this post