INformasinasional.com, JAKARTA – Gelombang protes buruh mengguncang kawasan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (26/5/2026). Ratusan massa pekerja yang tergabung dalam PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama turun kejalan dan mengepung Menara Indomaret sebagai bentuk perlawanan atas dugaan belum dibayarkannya upah lembur pekerja.
Sejak pukul 09.40 WIB, massa mulai memadati area depan gedung dengan membawa bendera organisasi, spanduk tuntutan, serta atribut Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Partai Buruh. Suasana aksi memanas ketika orasi demi orasi dikumandangkan dari atas mobil komando.
“Bayarkan lembur kami!” teriak massa secara serempak, menggema didepan gerbang Menara Indomaret.
Aksi tersebut menjadi sorotan, karena tidak hanya mempersoalkan hak normatif pekerja, tetapi juga menyeret isu dugaan intimidasi dan tekanan terhadap buruh dilingkungan kerja.
Massa menilai persoalan ini sebagai alarm serius terhadap kondisi hubungan industrial disektor ritel modern yang dinilai semakin rentan memicu konflik terbuka.
Enam Tuntutan Buruh Menggema di Depan Menara Indomaret
Dalam aksinya, massa buruh menyampaikan enam tuntutan utama kepada manajemen PT Indomarco Prismatama. Tuntutan itu disebut sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik yang dinilai merugikan pekerja.
Enam poin tuntutan tersebut meliputi:
Menolak segala bentuk pemaksaan, tekanan, dan penggiringan pernyataan terhadap pekerja.
Menegaskan bahwa upah kerja lembur merupakan hak normatif pekerja yang wajib dibayarkan.
Menolak penggantian hak lembur dengan tambahan hari libur yang dianggap tidak sesuai aturan.
Mendesak perusahaan mematuhi peraturan perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Menuntut penindakan terhadap oknum yang diduga melakukan intimidasi.
Meminta hubungan industrial tetap dijaga secara sehat dan profesional.
Spanduk-spanduk bernada keras terbentang disejumlah titik sekitar lokasi aksi. Massa juga menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan sekadar soal nominal upah, melainkan menyangkut penghormatan terhadap martabat dan hak pekerja.
Polisi Siaga, Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Aparat kepolisian tampak disiagakan disekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Sejumlah personel berjaga diakses masuk gedung serta titik lalu lintas strategis dikawasan Jakarta Utara.
Akibat aksi tersebut, arus kendaraan disekitar lokasi sempat mengalami perlambatan cukup signifikan. Meski demikian, situasi secara umum masih terkendali dan tidak terjadi bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan.
Demonstrasi ini sekaligus menjadi sinyal keras bahwa persoalan ketenagakerjaan disektor ritel modern masih menyisakan bara konflik yang sewaktu-waktu dapat meledak.
Buruh menegaskan, pembayaran upah lembur bukan bentuk belas kasihan perusahaan, melainkan kewajiban hukum yang harus dipenuhi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Indomarco Prismatama belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.*
Editor: Misno





Discussion about this post