Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Massa Bakar Kantor dan Mes Perusahaan Sawit, Kematian Warga Diduga Dianiaya Picu Amuk Rakyat

Dugaan keterlibatan oknum TNI dan petugas keamanan perusahaan dalam kematian warga memantik kemarahan massa. Aparat janji usut tuntas dan buka kasus secara terang-benderang.

19/06/2026 00:17
in PERISTIWA, TRENDING
0
Massa Bakar Kantor dan Mes Perusahaan Sawit, Kematian Warga Diduga Dianiaya Picu Amuk Rakyat
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, LABUHANBATU UTARA – Gelombang kemarahan warga meledak di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, setelah seorang warga dilaporkan tewas dalam peristiwa yang diduga melibatkan penganiayaan oleh petugas keamanan dan pengawas perusahaan perkebunan sawit PT Agrinas Palma Nusantara.

Ratusan warga yang tersulut emosi menggeruduk kompleks perusahaan pada Rabu (17/6/2026) malam dan melampiaskan kemarahan mereka dengan membakar sejumlah bangunan milik perusahaan. Insiden tersebut mengubah kawasan perkebunan menjadi lautan kepanikan dan asap hitam yang membumbung tinggi keudara.

Sedikitnya lima bangunan dilaporkan hangus terbakar, sementara dua bangunan lainnya mengalami kerusakan berat akibat aksi massa yang tidak terbendung. Peristiwa ini menjadi salah satu gejolak sosial terbesar yang terjadi diwilayah Labura dalam beberapa waktu terakhir.

Amukan warga dipicu oleh kematian Luis David Hutabarat (32), warga setempat yang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah petugas keamanan dan pengawas perusahaan. Dugaan keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa tersebut semakin memperbesar perhatian masyarakat terhadap kasus yang kini menjadi sorotan luas.

Baca juga  Temui Kajati Sumut, Syah Afandin Perkuat Benteng Hukum Langkat

Keluarga korban dan warga menuntut pengungkapan fakta secara transparan serta penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung kelokasi kejadian guna mendata kerusakan dan memastikan situasi tetap terkendali.
“Kami melakukan peninjauan terhadap objek yang terdampak akibat peristiwa tersebut. Terdapat tiga rumah yang dibakar dan dua lainnya mengalami kerusakan serta sebagian terbakar. Selain itu ada dua bangunan yang dirusak dengan sejumlah kaca pecah akibat lemparan massa,” katanya, Kamis (18/6/2026).

Kapolres menegaskan aparat gabungan TNI-Polri berkomitmen mengusut kasus ini secara profesional dan terbuka guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
“Kami telah melakukan pendekatan kepada masyarakat agar situasi tidak semakin meluas. TNI dan Polri berkomitmen melakukan penegakan hukum secara terang sehingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Untuk menjaga stabilitas keamanan, kepolisian mengerahkan dua peleton personel atau sekitar 51 anggota yang disiagakan diwilayah Polsek Kualuh Hulu dan Desa Sukarame Baru. Pengamanan juga diperkuat unsur TNI guna mengantisipasi potensi kerusuhan lanjutan.

Baca juga  Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah, Pekerja Menderita Negara Merugi

Ditengah memanasnya situasi, Kepala Staf Kodim 0209/Labuhanbatu Mayor Inf. Sondang Hamonangan Tanjung mengakui adanya dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus yang kini sedang diselidiki.

Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya keterlibatan anggota TNI, maka proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika dari hasil pendalaman terbukti ada keterlibatan anggota TNI, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan dilimpahkan ke Subdenpom. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Polres dan Subdenpom untuk mengungkap fakta yang sebenarnya,” katanya.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan penganiayaan terhadap korban yang terjadi pada Selasa (16/6/2026). Keluarga korban menyebut Luis David Hutabarat dikeroyok oleh empat orang saat berada di areal perkebunan sawit. Dua dari empat terduga pelaku disebut-sebut merupakan oknum TNI yang bertugas dalam status bantuan kendali operasi (BKO) diperusahaan tersebut.

Ramlan Nainggolan, mertua korban, mengaku menerima informasi bahwa menantunya dikeroyok oleh sejumlah pria berpakaian preman ketika sedang bekerja dilahan perkebunan.
“Informasi yang saya terima, ada beberapa oknum TNI yang mengeroyok menantu saya. Saat kejadian mereka berpakaian preman dan jumlahnya sekitar empat orang,” kata Ramlan.

Ia menyebut korban meninggal dunia dilokasi kejadian, sementara istri korban dikabarkan berada disekitar lokasi saat insiden berlangsung.

Namun demikian, pihak perusahaan membantah keras tuduhan penganiayaan tersebut. Humas PT Agrinas Palma Nusantara, Hendri, mengatakan peristiwa bermula dari dugaan pencurian yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengamanan terhadap dua orang untuk dimintai keterangan.

“Ada dugaan pencurian dan dua orang diamankan ke mess untuk dilakukan interogasi. Keduanya sudah dibebaskan. Tidak ada penganiayaan,” tegas Hendri.

Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kesaksian keluarga korban dan menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat guna mengungkap kronologi sebenarnya dibalik kematian Luis David Hutabarat.

Sementara itu, informasi mengenai mobil yang diduga digunakan para terduga pelaku usai kejadian juga tengah ditelusuri penyidik. Sejumlah pihak telah diamankan dan diperiksa untuk mengumpulkan keterangan serta alat bukti.

Hingga kini, suasana di Desa Sukarame Baru masih berada dalam pengawasan ketat aparat gabungan. Masyarakat menanti hasil penyelidikan yang transparan dan akuntabel untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dibalik kematian warga yang telah memicu ledakan kemarahan masyarakat tersebut.

Kasus ini tidak hanya menjadi ujian bagi penegakan hukum, tetapi juga menjadi sorotan serius mengenai relasi antara masyarakat, perusahaan perkebunan, dan aparat keamanan diwilayah yang selama ini kerap diwarnai konflik agraria dan sengketa lahan. Apabila terbukti terjadi tindak pidana, masyarakat berharap seluruh pelaku diproses tanpa pengecualian demi menegakkan keadilan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap hukum.

Editor: Misno

Post Views: 735
Tags: Amuk RakyatDianiayaKematian WargaLabura MembaraMassa Bakar KantorMesPerusahaan Sawit
Previous Post

Temui Kajati Sumut, Syah Afandin Perkuat Benteng Hukum Langkat

Next Post

Kelompok Bersenjata Lancarkan Serangan di Bandara, 11 Tentara Tewas

Next Post
Kelompok Bersenjata Lancarkan Serangan di Bandara, 11 Tentara Tewas

Kelompok Bersenjata Lancarkan Serangan di Bandara, 11 Tentara Tewas

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

Polda Sumut Gagalkan 144 Balpres Monza di Tol Sergai, Potensi Kerugian Negara Rp432 Juta

30/10/2026 16:10
Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (522)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,695)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com