INformasinasional.com, LANGKAT – Keselamatan pelajar di Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan. Satu unit angkutan kota (Sudako) nekat mengangkut siswa hingga duduk diatas atap kendaraan saat melintas diruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Gebang, Jumat (17/7/2026) siang.
Pemandangan yang mengundang keprihatinan itu terjadi disalah satu jalur nasional dengan lalu lintas padat yang setiap hari dipadati truk bertonase besar, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi. Sedikitnya delapan pelajar berseragam Pramuka terlihat duduk diatas atap angkot berwarna kuning, sementara bagian dalam kendaraan juga dipenuhi penumpang.
Ditengah perjalanan, para pelajar tampak tertawa dan bersorak menikmati perjalanan. Namun, dibalik keceriaan itu tersimpan risiko besar yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi tragedi. Satu pengereman mendadak, manuver menghindari kendaraan, atau benturan kecil saja berpotensi membuat penumpang yang berada diatas atap terlempar kebadan jalan.
Yang lebih memprihatinkan, kendaraan tersebut tetap melaju tanpa hambatan dan bahkan melintas didepan Mapolsek Gebang dan Koramil Gebang. Tidak terlihat adanya upaya pencegahan maupun penindakan terhadap dugaan pelanggaran yang jelas-jelas membahayakan keselamatan penumpang.
Sejumlah warga mempertanyakan lemahnya pengawasan terhadap operasional angkutan umum yang masih mengangkut penumpang jauh melebihi kapasitas.
“Kalau sopir mengerem mendadak, anak-anak itu bisa terpental kejalan. Jalinsum ini ramai dilalui truk besar. Risikonya sangat tinggi,” kata Selamat, warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut didepan Kantor Camat Gebang.
Selain dugaan pelanggaran kapasitas penumpang, sopir angkot tersebut juga diduga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Dugaan itu masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan oleh aparat berwenang. Jika benar, kondisi tersebut semakin memperburuk persoalan karena menyangkut kompetensi dan legalitas pengemudi dalam mengoperasikan angkutan umum.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa aspek keselamatan transportasi pelajar tidak boleh dipandang sebelah mata. Pengangkutan penumpang diatas atap kendaraan bukan hanya melanggar prinsip keselamatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila terjadi kecelakaan.
Masyarakat berharap Satlantas Polres Langkat bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Langkat segera melakukan penertiban terhadap angkutan umum yang beroperasi tidak sesuai ketentuan. Pemeriksaan terhadap kelayakan kendaraan, kelengkapan administrasi pengemudi, serta kepatuhan terhadap kapasitas penumpang dinilai harus diperketat agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Keselamatan pelajar semestinya menjadi prioritas utama. Sebab, kelalaian yang dibiarkan hari ini bisa berubah menjadi penyesalan yang terlambat ketika musibah benar-benar terjadi.(misn’t)
Editor: Misno






Discussion about this post