INformasinasional.com, LABUHANBATU – Misteri identitas mayat pria tanpa identitas (Mr X) yang ditemukan mengambang di aliran Sungai Bilah, Dusun Kampung Tempel, Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (18/7/2026), akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Isa Harisyanto (21), warga setempat.
Korban merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Suharto dan Nurbaiti. Rumah orang tuanya diketahui hanya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi ditemukannya jasad korban.
“Ya, korban penduduk setempat. Rumah kediaman orang tuanya tak jauh dari lokasi penemuan jasadnya,” ujar Umar, kerabat korban, saat ditemui di Instalasi Kamar Jenazah RSUD Rantauprapat, Minggu (19/7/2026).
Menurut Umar, keluarga mulai mencurigai bahwa jasad tersebut adalah Isa setelah proses Visum et Repertum (VeR) dilakukan. Sejumlah ciri fisik khas memperkuat proses identifikasi, di antaranya gigi seri tempelan, bekas tato di bagian dada, keloid di tangan kanan, serta bekas luka akibat terkena gerinda pada tangan kanan.
Meski identitas korban telah dipastikan, pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang mengiringi kematian Isa. Untuk memastikan penyebab kematian serta mengungkap ada atau tidaknya unsur kekerasan, keluarga meminta kepolisian melakukan otopsi.
“Otopsi berlangsung sekitar dua setengah jam,” kata Umar.
Usai menjalani otopsi di RSUD Rantauprapat, jenazah dimandikan, dikafani, kemudian dibawa ke rumah duka untuk disalatkan sebelum dimakamkan di pemakaman muslim terdekat.
Sementara itu, identitas korban juga berhasil dipastikan secara ilmiah oleh Tim INAFIS Polres Labuhanbatu melalui perangkat Mobile AFIS/MAMBIS.
“Kami berhasil mengidentifikasi korban melalui sidik jari. Dari sepuluh jari, tiga di antaranya berhasil dikenali sebagai milik korban,” ujar AKP Juni S.
AKP Juni menjelaskan, hasil otopsi belum dapat disimpulkan karena masih menunggu pemeriksaan medis dari tim forensik RSUD Rantauprapat. Hasil tersebut diperkirakan baru akan diketahui dalam waktu sekitar dua hari.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit untuk mengetahui penyebab kematian serta ada atau tidaknya indikasi tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan sekitar dua hari lagi hasilnya keluar,” jelasnya.
Ia menegaskan, meskipun identitas korban telah diketahui, penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap secara pasti penyebab kematian Isa Harisyanto.
“Tindak lanjut dari kepolisian, kami tetap melakukan penyidikan untuk mengungkap apa penyebab kematian korban,” tegas AKP Juni.
Hingga kini, aparat kepolisian masih menunggu hasil otopsi sebagai dasar untuk menentukan langkah hukum berikutnya. Jika ditemukan indikasi tindak pidana, penyelidikan akan ditingkatkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Reporter: Fajar DH






Discussion about this post