INformasinasional.com, SABANG – Semangat gotong royong dan kepedulian umat kembali membuahkan hasil. Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah yang berlokasi di Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, terus menorehkan kemajuan signifikan. Setelah resmi mengantongi Izin Operasional dari Kementerian Agama pada awal Juli 2026, kini lembaga pendidikan Islam tersebut berhasil memulai pembebasan lahan baru sebagai bagian dari langkah besar pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan wakaf mampu menjadi fondasi pembangunan pendidikan Islam. Dari total nilai lahan yang mencapai Rp700 juta, masyarakat Kota Sabang telah mempercayakan amanah wakaf sebesar Rp300 juta. Dana tersebut langsung direalisasikan untuk membebaskan 300 meter persegi lahan dengan nilai Rp1 juta per meter persegi.
Meski demikian, perjuangan belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat sisa lahan yang membutuhkan dana sekitar Rp400 juta agar proses pembebasan dapat dituntaskan. Pihak dayah berharap semangat berbagi dan kepedulian para dermawan terus mengalir demi mewujudkan kawasan pendidikan Islam yang lebih representatif.
Pimpinan Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah, Abi H. Nazaruddin, S.Pd.I, mengungkapkan rasa syukur sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mengamanahkan wakafnya untuk kemajuan pendidikan Islam.
“Alhamdulillah, berkat kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian masyarakat Kota Sabang, kami telah berhasil memulai pembebasan lahan baru untuk pengembangan Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah. Semoga Allah SWT membalas setiap rupiah yang diwakafkan dengan pahala jariyah yang terus mengalir hingga hari kiamat,” kata Abi H. Nazaruddin, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, lahan yang telah dibebaskan akan menjadi bagian dari kawasan pengembangan dayah yang nantinya dimanfaatkan untuk pembangunan berbagai fasilitas pendidikan. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman bagi para santri, sekaligus memperkuat eksistensi Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah sebagai pusat pendidikan Islam yang terus berkembang di Kota Sabang.
Pihak dayah juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi menyempurnakan proses pembebasan lahan hingga tuntas. Wakaf dan infak yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan materi, tetapi investasi akhirat yang manfaatnya akan terus mengalir selama ilmu yang diajarkan memberi manfaat bagi generasi penerus.
Dengan mengusung semangat ukhuwah Islamiyah, gotong royong, dan kepedulian umat, Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah optimistis mampu tumbuh menjadi lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, serta berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
“Mari bersama membangun peradaban melalui wakaf. Setiap rupiah yang diinfakkan untuk pendidikan adalah amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama ilmu yang diajarkan memberi manfaat bagi sesama,” kata Abi H. Nazaruddin.lagi.
Koresponden: T Muchtar Andika






Discussion about this post