INformasinasional.com, LANGKAT – Ancaman serius mengintai warga dan para pemancing yang beraktivitas dikawasan Paluh Cingam, Dusun Paluh Baru, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Seekor buaya muara berukuran besar dengan panjang diperkirakan mencapai empat meter dilaporkan kerap muncul disekitar aliran Sungai Gebang dan diduga bersarang diarea perkebunan kelapa sawit milik Aliang Antara.
Kemunculan predator liar tersebut memicu keresahan masyarakat, terutama para pekerja kebun, pengguna jalan tanggul, hingga pemancing yang selama ini menjadikan bibir Sungai Gebang sebagai lokasi favorit untuk memancing. Jalur tanggul sebagai pembatas air sungai berair asin dikawasan perkebunan juga setiap hari dilintasi warga menggunakan sepeda maupun sepeda motor.
Menurut keterangan warga, dalam beberapa bulan terakhir buaya tersebut berulang kali terlihat berpindah dari areal perkebunan menuju Sungai Gebang dengan melintasi tanggul pembatas air pasang. Kondisi itu dinilai sangat berbahaya karena lokasi kemunculan reptil tersebut berada tidak jauh dari jalur aktivitas masyarakat.
Puncak kepanikan terjadi pada Selasa (4/8/2026) siang, ketika seorang pekerja harian lepas, Miswandi (52), warga Dusun Paluh Baru, sedang membersihkan areal perkebunan kelapa sawit bersama sejumlah rekannya dikebun sawit milik Aliang Antara itu.
Saat bekerja, Miswandi tiba-tiba dikejutkan oleh sosok seekor buaya berukuran sangat besar yang sedang berjemur dibalik semak belukar, hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri.
Sontak ia berteriak, “Buaya… ada buaya!”, sehingga mengundang perhatian rekan-rekan kerjanya yang segera mendatangi lokasi.
Awalnya mereka mengira Miswandi hanya bercanda. Namun setelah melihat langsung keberadaan buaya raksasa tersebut, para pekerja sontak panik. Sebagian kemudian mengabadikan momen itu menggunakan kamera telepon genggam. Rekaman video tersebut kini beredar luas dimedia sosial dan menjadi perhatian masyarakat.
Usai kejadian, Miswandi bersama rekan-rekannya melaporkan penemuan buaya tersebut kepada pemerintah desa. Informasi itu selanjutnya diteruskan ke Polsek Gebang, Polres Langkat, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman bagi warga.
Masyarakat kini berharap Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) segera turun kelokasi untuk melakukan identifikasi sekaligus evakuasi terhadap satwa liar tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa.
Warga juga mengimbau masyarakat agar sementara waktu menghindari aktivitas disekitar bantaran Sungai Gebang, termasuk memancing, mencari ikan, maupun melintas seorang diri dikawasan tanggul Paluh Cingam.
Kemunculan buaya berukuran besar dikawasan yang berdekatan dengan aktivitas manusia menjadi peringatan serius bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan. Selama belum dilakukan penanganan oleh pihak berwenang, masyarakat diminta tidak mendekati lokasi kemunculan buaya maupun berupaya menangkapnya sendiri karena sangat berisiko membahayakan keselamatan.(misn’t)
Editor: Misno






Discussion about this post