INformasinasional.com, MEDAN — Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara kembali menjadi sasaran pencurian. Ironisnya, aksi pembobolan yang terjadi Jumat (21/8/2026) ini bukan yang pertama, melainkan sudah ketiga kalinya.
Yang membuat kasus ini kian menyentak, pelaku dari aksi pencurian sebelumnya disebut belum pernah berhasil ditangkap. Kini, maling kembali leluasa menyasar kantor organisasi profesi wartawan tersebut.
Dalam aksi terbaru, pelaku menggondol mesin outdoor pendingin udara (AC) beserta selangnya. Peristiwa itu memunculkan pertanyaan serius tentang keamanan kawasan sekaligus efektivitas penanganan kasus pencurian yang berulang.
Amrizal meminta aparat kepolisian tidak memandang kasus tersebut sebagai pencurian biasa. Ia mendesak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak dan Kapolsek Medan Timur Kompol Agus Butarbutar memberikan perhatian serius serta mengusut kasus tersebut hingga pelakunya terungkap.
“Saya mohon atensi dan ketegasan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak serta Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Butarbutar agar serius menangani kasus pencurian ini. Apalagi pencurian ini sudah yang ketiga kalinya. Mesin outdoor AC dan selangnya dicuri maling,” kata Amrizal selaku Bagian Bidang Hukum PWI Sumut.
Berulangnya aksi pencurian dilokasi yang sama menjadi alarm keras. Sebab, jika kasus sebelumnya tidak tuntas dan pelaku belum tertangkap, kejadian serupa berpotensi terus berulang.
Masyarakat tentu menunggu langkah konkret kepolisian, apakah kasus ini akan sekadar dicatat sebagai laporan pencurian, atau benar-benar diburu hingga pelaku dan jaringan yang mungkin terlibat berhasil dibongkar.
Kapolsek Medan Timur Kompol Agus Butarbutar ketika dikonfirmasi Jumat (21/8/2026) menyatakan pihaknya akan memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.
“Kapan kejadiannya, saya suruh Kanit kesana ya,” kata Agus.
Pernyataan tersebut menjadi awal dari penanganan kasus terbaru yang kini kembali mengusik rasa aman dilingkungan kantor PWI Sumut.
Tiga kali dibobol tanpa pelaku yang disebut belum tertangkap bukan sekadar persoalan kehilangan barang. Ini menyangkut rasa aman, wibawa penegakan hukum, dan pertanyaan besar: sampai kapan kantor PWI Sumut menjadi sasaran empuk maling?
Kini, bola berada ditangan kepolisian. Masyarakat menanti apakah pembobolan ketiga ini akhirnya menjadi titik balik bagi aparat untuk memburu pelaku dan mengungkap tuntas rangkaian pencurian yang telah berulang tersebut.(Misno)
Editor: Ardiansyah






Discussion about this post