INformasinasional.com,Pasaman Barat–Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Pasaman Barat, mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pasaman Barat sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Pasaman Barat, H. Erianto, MM. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Sekarang tingkat udara akibat asap ini sudah membuat masyarakat khawatir. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya ketika berada di luar rumah,” ujar H. Erianto.
Menurut Erianto, penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Paparan asap dalam kondisi kualitas udara yang buruk dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih bagi kelompok masyarakat yang rentan.
Ia juga meminta pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meningkatkan edukasi dan kampanye penggunaan masker kepada masyarakat.
“Kita berharap seluruh dinas yang terkait dapat mengkampanyekan penggunaan masker,” katanya.
Erianto mengingatkan, masyarakat tidak boleh menganggap sepele kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap. Menurutnya, kurangnya langkah pencegahan dapat berdampak pada meningkatnya gangguan kesehatan dan berpotensi menambah beban pelayanan di fasilitas kesehatan.
“Kalau masker tidak digunakan, ini akan berakibat juga kepada puskesmas atau rumah sakit dan berpotensi menciptakan masalah baru, masalah tersendiri daripada akibat kebakaran hutan itu sendiri,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat menjadikan penggunaan masker sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus menangani titik-titik karhutla, tetapi juga secara bersamaan memperkuat perlindungan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap.
“Pemerintah daerah juga diharapkan tidak hanya melakukan penanganan terhadap titik-titik karhutla, tetapi secara bersamaan memperkuat langkah perlindungan dan edukasi kesehatan masyarakat yang terdampak asap,” pungkasnya.
Reporter: Syafrizal






Discussion about this post