INformasinasional.com, LANGKAT – Bencana hidrometeorologi menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam dua hari berturut-turut, 29–30 September 2026. Angin puting beliung merusak rumah warga di Kecamatan Sawit Seberang, sementara banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Padang Tualang, Tanjung Pura dan Sei Lepan.
Rangkaian bencana tersebut menelan korban jiwa. Satu warga meninggal dunia, tiga orang terluka, enam rumah mengalami kerusakan, sementara 26 warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir.
Kepala Kantor Pelaksana BPBD Langkat, Ansyari, melalui pesan WhatsApp, Kamis (1/10/2026), menjelaskan, korban meninggal dunia merupakan seorang perempuan berusia 73 tahun bernama Asnah.
Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Sei Litur Tasik, Kecamatan Sawit Seberang. Saat kejadian, korban berada dirumah bersama sejumlah warga lainnya.
Sebelum bencana terjadi, Asnah diketahui sedang berkunjung kerumah menantunya. Sekitar pukul 18.00 WIB, hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba menerjang kawasan tersebut.
Terjangan angin menyebabkan bagian bangunan rumah terdampak dan mengenai korban pada bagian kepala.
Asnah sempat mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan setelah mengalami luka pada kepala. Namun, kondisi korban kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
“Diposisi rumah yang terdampak bencana terdapat lima orang. Satu orang perempuan atas nama Asna (73) terkena bagian kepala dan sempat dijahit. Dalam beberapa waktu, korban meninggal dunia,” tulis Ansyari.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni, menyebutkan bencana angin puting beliung di Desa Sei Litur Tasik mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Selain menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut menyebabkan tiga warga mengalami luka-luka.
“Puting beliung ini menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan dan mengakibatkan beberapa warga terluka dan satu orang meninggal dunia tertimpa dinding rumah,” kata Sri Wahyuni dalam keterangannya.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD, sebanyak enam rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut.
Pasca-kejadian, BPBD Sumut bersama Pemerintah Kabupaten Langkat bergerak melakukan penanganan dilokasi terdampak. Petugas melakukan asesmen untuk mendata tingkat kerusakan sekaligus memastikan kebutuhan warga yang terdampak bencana.
“Kondisi terkini saat ini, lokasi terdampak masih dalam penanganan oleh pemerintah setempat,” kata Sri Wahyuni.
Banjir Rendam Tiga Kecamatan
Belum selesai penanganan dampak puting beliung, bencana banjir kemudian menerjang sejumlah wilayah Langkat pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Banjir dilaporkan terjadi di Kecamatan Padang Tualang, Tanjung Pura dan Sei Lepan.
BPBD Sumut menyebut banjir dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air meningkat hingga sejumlah sungai meluap.
“Pemicunya akibat curah hujan tinggi mengakibatkan meluapnya sungai dan terjadi banjir,” kata Sri Wahyuni.
Ketinggian air diwilayah terdampak berkisar 40 hingga 60 sentimeter. Genangan merendam rumah warga dan memaksa sebagian masyarakat meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari lokasi yang lebih aman.
Sedikitnya 26 warga mengungsi akibat rumah mereka terdampak banjir.
Meski demikian, kondisi banjir mulai menunjukkan perkembangan positif. Disejumlah lokasi, ketinggian air berangsur turun dan genangan mulai menghilang.
“Namun ketinggian sebagian wilayah terus menurun, genangan berangsur hilang meskipun cuaca saat ini mendung disertai hujan,” kata Sri Wahyuni.(Misno)
Editor: Ardiansyah






Discussion about this post