Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

Banjir Besitang, Tiorita Gerak Cepat, Logistik dan Layanan Kesehatan Diluncurkan ke 719 KK Terdampak

12/10/2026 20:35
in ADVETORIAL, TRENDING
0
Banjir Besitang, Tiorita Gerak Cepat, Logistik dan Layanan Kesehatan Diluncurkan ke 719 KK Terdampak

Kondisi banjir di kecamatan Besitang berangsur surut menggenangi kawasan pemukiman di Desa Sekoci.(INformasinasional.com)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Advertorial INformasinasional.com*

BANTUAN Logistik dan Layanan Kesehatan Dikerahkan. Dari evakuasi warga, penyaluran bantuan pangan hingga pelayanan kesehatan dipengungsian, Pemkab Langkat bergerak lintas sektor untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi ditengah banjir yang merendam sejumlah wilayah.

PEMERINTAH Kabupaten Langkat bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda Kecamatan Besitang. Pelaksana Tugas Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti SH, memastikan penanganan darurat dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Langkah tanggap darurat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama bencana berlangsung.

Banjir yang dipicu tingginya curah hujan menyebabkan Sungai Besitang meluap dan merendam sejumlah permukiman. Genangan air bahkan mencapai 100–150 sentimeter di Desa Sekoci, memaksa warga menyelamatkan diri dan mencari tempat yang lebih aman.

Laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Langkat, hingga Senin (12/10/2026), sebanyak 719 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak banjir disejumlah dusun di Kecamatan Besitang.

Ditengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa, serta jajaran tenaga kesehatan terus memperkuat koordinasi untuk merespons kebutuhan masyarakat dilapangan.

Baca juga  Banjir Besitang Kian Mengancam, Air Tembus Jalinsum Medan–Aceh, Warga Mulai Mengungsi

Penanganan tidak hanya difokuskan pada pendataan dan evakuasi, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, tempat pengungsian, dan akses pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak.

719 Kepala Keluarga Terdampak, Air Sempat Mencapai 1,5 Meter

Banjir di Kecamatan Besitang menjadi perhatian serius karena merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian air yang berbeda-beda.

Data sementara BPBD Langkat mencatat, genangan tertinggi terjadi di Desa Sekoci dengan ketinggian air mencapai 100–150 sentimeter. Sementara itu, Desa Arasnapal mengalami genangan sekitar 50–100 sentimeter dan Kelurahan Kampung Lama terendam air setinggi 10–30 sentimeter.

Ratusan keluarga merasakan langsung dampak bencana tersebut. Rinciannya, sebanyak 220 KK di Dusun Sejambu, 240 KK di Dusun Sidodadi, 75 KK di Dusun Pantai Pulau, 114 KK di Dusun Suka Ramai, dan 70 KK di Dusun Sekoci. Dengan total 719 KK terdampak, kebutuhan penanganan darurat mencakup keselamatan warga, ketersediaan bahan pangan, perlengkapan pengungsian, serta pelayanan kesehatan yang dapat menjangkau masyarakat di lokasi-lokasi terdampak.

Kondisi dilapangan tetap membutuhkan kewaspadaan. Perubahan ketinggian air, keterbatasan akses jalan, serta kemungkinan munculnya gangguan kesehatan ditempat pengungsian menjadi sejumlah hal yang perlu terus dipantau.
Pemerintah daerah pun mengerahkan unsur terkait untuk memastikan proses penanganan berlangsung secara terkoordinasi, terutama diwilayah yang mengalami genangan cukup tinggi dan sulit dijangkau.

Pengungsian Dibuka, Warga Dipindahkan ke Tempat Aman

Untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat, sejumlah lokasi pengungsian disiapkan bagi warga yang rumahnya terendam banjir.
Posko pengungsian dibuka di Dusun Sekoci dengan 40 KK, Dusun Sidodadi 80 KK, Dusun Suka Ramai 120 KK, serta Dusun Sejambu 30 KK.

Selain itu, sekitar 300 warga Kelurahan Kampung Lama mengungsi di Masjid Raya Besitang yang terletak didepan Puskesmas Besitang. Sementara sekitar 70 warga Desa Sekoci mengungsi disatu madrasah di Dusun Sekoci.

Keberadaan lokasi pengungsian menjadi bagian penting dalam penanganan darurat, khususnya bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung sementara dari genangan air.

Ditempat-tempat tersebut, pemenuhan kebutuhan pangan, pakaian, selimut, perlengkapan keluarga, dan akses pelayanan kesehatan menjadi perhatian agar warga dapat bertahan selama kondisi belum sepenuhnya pulih.

Pemerintah Kabupaten Langkat melalui instansi terkait terus melakukan koordinasi dengan aparat kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mendukung evakuasi, mendata kebutuhan pengungsi, serta menyalurkan bantuan sesuai kondisi dilapangan.

Bantuan Logistik Disalurkan Bertahap

Ditengah penanganan banjir, distribusi bantuan logistik dilakukan secara bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Pada Minggu (11/10/2026), BPBD Langkat menyalurkan bantuan berupa 10 kotak mi instan, sembilan karung beras, dan satu kotak minyak goreng untuk para pengungsi di Kecamatan Besitang.

Bantuan kembali disalurkan pada Senin (12/10/2026). Kali ini, BPBD Langkat mendistribusikan 50 karung beras dan 50 kotak mi instan bagi masyarakat yang mengungsi diwilayah tersebut.

Selain bantuan dari BPBD, Dinas Sosial Kabupaten Langkat juga menyalurkan dukungan logistik yang diserahkan kepada Camat Besitang pada hari yang sama.

Bantuan tersebut terdiri atas 30 karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram, 30 kotak mi instan, 30 papan telur, 150 paket pakaian anak, 100 stel pakaian bayi, 200 potong pakaian dewasa, 75 selimut, 30 paket perlengkapan keluarga atau family kit, serta 30 paket perlengkapan anak atau kidsware.

Dinas Sosial turut menyediakan dua kotak makanan anak, tiga kotak makanan siap saji, 10 tenda gulung, dan dua unit tenda prisma.
Ragam bantuan itu diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat. Selain bahan pangan, pakaian dan perlengkapan keluarga menjadi kebutuhan penting, terutama bagi anak-anak, bayi, serta warga yang harus meninggalkan rumah akibat genangan.

Penyaluran bantuan secara bertahap juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan kebutuhan dilapangan dengan dukungan dari perangkat daerah terkait.

Dalam situasi bencana, kecepatan distribusi dan ketepatan sasaran menjadi faktor penting agar bantuan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Karena itu, koordinasi antara BPBD, Dinas Sosial, pihak kecamatan, pemerintah desa, dan petugas dilokasi pengungsian terus diperlukan untuk mendukung pendataan serta penyaluran bantuan.

Layanan Kesehatan Bergerak Menjangkau Pengungsi

Selain memastikan dukungan logistik, Pemerintah Kabupaten Langkat juga mengupayakan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir.
Puskesmas Besitang mengerahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan secara bergerak atau mobile disejumlah lokasi pengungsian, termasuk Masjid Raya Besitang dan madrasah di Desa Sekoci.

Pelayanan tersebut penting untuk mendeteksi keluhan kesehatan yang dialami pengungsi sekaligus memberikan penanganan awal bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah batuk dan pilek.

Kondisi lingkungan pascabanjir dan kehidupan ditempat pengungsian menuntut perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pemantauan keluhan kesehatan dan ketersediaan obat menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.
Namun, pelayanan kesehatan di Desa Sekoci masih menghadapi kendala distribusi obat karena akses jalan belum dapat dilalui akibat banjir.

Dalam kondisi tersebut, bidan Pustu yang bertugas diwilayah setempat untuk sementara memanfaatkan persediaan obat yang tersedia dirumahnya guna membantu pelayanan kepada masyarakat.

Situasi ini menunjukkan bahwa dampak banjir tidak hanya menyentuh permukiman dan aktivitas warga, tetapi juga dapat menghambat akses terhadap fasilitas maupun pasokan layanan dasar.

Sebagian tenaga kesehatan di Besitang juga turut terdampak banjir. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan melalui pembagian tugas antara tenaga kesehatan dilapangan dan Puskesmas Besitang yang beroperasi selama 24 jam.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pelayanan kesehatan agar warga terdampak tetap memperoleh akses pemeriksaan meskipun kondisi lingkungan belum sepenuhnya normal.

Air di Desa Sekoci Mulai Surut, Pemantauan Tetap Berlanjut

Perkembangan kondisi banjir mulai menunjukkan perubahan pada Senin sore. Berdasarkan pantauan tim BPBD Langkat dilapangan, ketinggian air di Desa Sekoci mulai berangsur surut.

Kepala Pelaksana BPBD Langkat, Ansyari, menyampaikan bahwa perkembangan tersebut diketahui dari hasil pemantauan langsung petugas dilokasi terdampak.

Meski air mulai surut, kondisi itu belum menjadi alasan untuk menghentikan kewaspadaan. Pemantauan tetap dilakukan guna mengantisipasi perubahan situasi sekaligus memastikan keselamatan masyarakat.

BPBD Langkat juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam melaksanakan evakuasi, pendataan dampak bencana, serta distribusi bantuan logistik.

Personel disiagakan di Posko Pusdalops untuk memantau perkembangan kondisi dan mendukung koordinasi antarlembaga.
Langkah tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi terkini dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan lanjutan, terutama apabila terjadi perubahan ketinggian air atau kendala akses menuju permukiman warga.

Dampak Hujan Deras Juga Mengancam Infrastruktur di Salapian

Dampak curah hujan tinggi di Kabupaten Langkat tidak hanya terjadi di Kecamatan Besitang. Di Kecamatan Salapian, derasnya arus Sungai Salapian meningkatkan risiko kerusakan pada infrastruktur penghubung masyarakat.

Laporan sementara BPBD Langkat menyebutkan bahwa arus sungai mengikis tanah penyangga jembatan di Desa Ujung Teran. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jembatan memiliki fungsi penting bagi mobilitas warga dan akses antarlokasi. Kerusakan pada tanah penyangga berpotensi mengganggu keamanan serta kelancaran perjalanan apabila tidak ditangani sesuai tingkat kerusakannya.

Karena itu, dampak hujan deras didua kecamatan tersebut memperlihatkan pentingnya penanganan bencana yang mencakup keselamatan penduduk sekaligus pemantauan infrastruktur yang berisiko terdampak.

Di Besitang, prioritas diarahkan pada evakuasi, pemenuhan kebutuhan pengungsi, dan pelayanan kesehatan. Sementara di Salapian, kondisi penyangga jembatan menjadi salah satu aspek yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari instansi terkait.

Sinergi Lintas Sektor untuk Mempercepat Pemulihan

Penanganan banjir di Besitang menuntut kerja bersama berbagai unsur pemerintah daerah. BPBD menjalankan fungsi koordinasi penanggulangan bencana, Dinas Sosial mendukung pemenuhan kebutuhan pengungsi, sementara pemerintah kecamatan dan desa membantu pendataan serta koordinasi langsung dengan masyarakat.

Tenaga kesehatan berupaya menjaga akses pelayanan medis tetap tersedia bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan maupun membutuhkan pemeriksaan selama berada dipengungsian.

Sinergi tersebut menjadi penting karena kebutuhan warga terdampak tidak berhenti pada evakuasi. Setelah air surut, masyarakat masih membutuhkan dukungan untuk membersihkan rumah, memulihkan aktivitas sehari-hari, dan memastikan lingkungan tempat tinggal kembali aman.

Pemerintah Kabupaten Langkat melalui perangkat daerah terkait terus berupaya memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pelayanan kesehatan selama kondisi darurat berlangsung hingga situasi berangsur pulih.

Bagi masyarakat yang terdampak, bantuan pangan dan perlengkapan keluarga menjadi penopang kebutuhan harian, sedangkan pelayanan kesehatan membantu menjaga kondisi warga di tengah keterbatasan yang muncul akibat bencana.

Disaat yang sama, pemantauan terhadap perkembangan genangan dan kondisi infrastruktur tetap diperlukan agar langkah penanganan dapat disesuaikan dengan situasi aktual.
Gerak cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi keadaan darurat seperti ini. Namun, keberhasilan penanganan juga ditentukan oleh kesinambungan pemantauan, kecukupan bantuan, kelancaran akses pelayanan, dan ketepatan respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Langkat berupaya menjaga agar warga Besitang yang terdampak banjir tidak menghadapi situasi darurat sendirian. Keselamatan masyarakat, terpenuhinya kebutuhan dasar, dan pulihnya aktivitas warga tetap menjadi perhatian utama dalam proses penanganan bencana.
(INformasinasional.com/Misno)

Post Views: 848
Tags: 719 KK TerdampakBanjir BesitangGerak CepatLayanan KesehatanLogistikTiorita
Previous Post

Plt Bupati Langkat Tiorita Buka Jalan Investasi, Rapala Siap Bangun Jembatan Rp1 Miliar

Next Post

Aduan-aduan di DKPP Perkara Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Next Post
Aduan-aduan di DKPP Perkara Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Aduan-aduan di DKPP Perkara Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00
Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

29/10/2026 16:48

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (521)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,694)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com