INformasinasional.com, JAKARTA – Ledakan dahsyat mengguncang Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Dua orang tewas, 11 lainnya luka-luka, sejumlah bangunan runtuh, bahkan satu mobil boks terlempar hingga keseberang jalan.
Polisi kini mengerucutkan penyelidikan pada ruang pematangan pisang (ripening room). Tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram, potongan selang, dan komponen dinamo kipas ditemukan dilokasi. Meski pusat ledakan telah teridentifikasi, penyebab pastinya masih didalami.
Dua Tewas, Korban Luka Bakar 90 Persen
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menyebutkan, total korban mencapai 13 orang, terdiri atas dua korban meninggal dunia, Riko dan Achmad Tri Prasetyo, serta 11 korban luka-luka. Empat korban mengalami luka berat. Dua diantaranya, Andri dan Andre, menderita luka bakar hingga 90 persen. Para korban dirawat di RSUD Tangerang Selatan, RS Sari Asih, dan RS Fatmawati.
“Data korban sementara total korban 13 orang, dengan rincian 11 orang luka-luka dan 2 orang meninggal dunia,” kata Bambang, Kamis (15/10/2026).
Polisi telah dua kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa 18 rekaman CCTV, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan mengarah pada ruang pematangan pisang.
Kabid Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Bareskrim Polri, AKBP Jakaria Sembiring, memastikan pusat ledakan berada diruangan tersebut. Polisi juga memastikan ledakan bukan disebabkan bom.
“Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada didalam satu ruangan ripening untuk mematangkan buah pisang itu,” kata Jakaria.
Dilokasi, tim menemukan tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram dan potongan selang penyalur gas. Gas etilen digunakan untuk mempercepat pematangan buah agar matang merata.
Petugas juga memeriksa komponen dinamo kipas yang diduga mengalami kerusakan. Korsleting atau percikan api menjadi salah satu kemungkinan yang ditelusuri, tetapi belum ditetapkan sebagai penyebab ledakan.
“Kalau dinamonya itu sudah memang ada korslet atau rusak bisa menimbulkan percikan api. Tapi kalau nanti masih bagus berarti mungkin dari faktor lain,” kata Jakaria lagi.
Dahsyatnya ledakan dirasakan langsung warga sekitar. Vian (40), saksi mata, mengatakan suara ledakan terdengar sangat keras hingga membuat warga spontan keluar mencari sumber suara.
“Kurang lebih jam 18.15-an lah. Ada suara ledakan, ya keras banget,” kata Vian, Kamis (15/10/2026).
Ia mengaku terkejut melihat kerusakan disekitar pasar. Sebuah mobil boks yang biasa terparkir di depan ruko bahkan terlempar keseberang jalan.
“Mobil-mobil boks itu sampai ada yang terlempar ke seberang sini. Itu saking kencangnya ledakan,” katanya.
Vian juga melihat sejumlah korban mengalami luka berdarah. Warga segera memberikan pertolongan sebelum polisi dan ambulans tiba untuk mengevakuasi korban.
Polisi masih menelusuri pemicu ledakan melalui pemeriksaan barang bukti, rekaman CCTV, dan keterangan saksi. Keberadaan tabung gas etilen dan dinamo kipas menjadi bagian penting dalam penyelidikan, tetapi belum cukup untuk memastikan penyebab insiden.
Tragedi Pasar Cimanggis meninggalkan dampak fatal, dua nyawa melayang, 11 orang terluka, bangunan rusak, dan kendaraan terpental. Sementara pusat ledakan telah mengerucut pada ruang pematangan pisang, misteri pemicu ledakan mematikan itu masih menunggu jawaban dari hasil pemeriksaan forensik.(misn’t)






Discussion about this post