Nformasinasional.com, Pemalang -Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pemalang mendapat sorotan serius. Tercatat enam kali kejadian dugaan keracunan makanan yang berkaitan dengan program MBG sepanjang 2025 hingga 2026 menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan dan mengevaluasi kinerja seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Peringatan tegas tersebut disampaikan Wakil Bupati Pemalang sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Pemalang, Nurkholis SH, M.Si, dalam rapat koordinasi Satgas MBG bersama para mitra penyelenggara MBG di Arjun Winner Hotel, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Mulyoharjo, Kamis (5/11)
Di hadapan sekitar 45 peserta, Nurkholis menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak boleh hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan maupun banyaknya penerima manfaat. Lebih dari itu, kualitas gizi, kebersihan, dan keamanan makanan harus menjadi prioritas utama.
“Keamanan pangan dan keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh ditawar dengan alasan apa pun,” tegas Nurkholis.
Ia mengingatkan, program strategis nasional tersebut memiliki tujuan besar dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus memastikan makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar gizi serta aman dikonsumsi.
Nurkholis secara khusus menyoroti enam kejadian dugaan keracunan makanan yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG di Kabupaten Pemalang selama 2025 hingga 2026.
Menurutnya, kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terulang.
“Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Jangan sampai program yang tujuannya baik, justru menimbulkan risiko bagi kesehatan penerima manfaat,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh mitra dan pengelola SPPG lebih disiplin dalam menjalankan prosedur keamanan pangan. Pengawasan harus dilakukan sejak proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan hingga pendistribusian makanan.
Penerapan standar higiene dan sanitasi juga harus diperkuat untuk memastikan makanan yang sampai kepada anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui benar-benar bersih, sehat, bergizi, serta layak dikonsumsi.
Rapat koordinasi tersebut juga menjadi forum evaluasi pelaksanaan MBG di Kabupaten Pemalang, terutama menyangkut penguatan tata kelola, mitigasi risiko kesehatan, efektivitas pengawasan, dan percepatan pelayanan.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Pemalang Wiji Mulyati, tim asistensi pengawasan BGN Provinsi Jawa Tengah Nurul Iman, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pemalang Ika Siwi, Ketua Panitia H. Sujarwo SE, MM, jajaran Satgas MBG serta para mitra MBG se-Kabupaten Pemalang.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh mitra MBG tidak hanya berorientasi pada kelancaran distribusi, tetapi juga bertanggung jawab penuh terhadap mutu dan keamanan makanan.
Sebab, satu kejadian keracunan saja dapat berdampak serius terhadap kesehatan penerima manfaat sekaligus menggerus kepercayaan masyarakat terhadap program nasional tersebut.
Reporter:
Ragil Surono





Discussion about this post