INformasinasional.com, MEDAN – Peta persaingan menuju kursi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara periode 2026-2031 mulai mengerucut. Farianda Putra Sinik dipastikan menjadi satu-satunya bakal calon (balon) ketua setelah kandidat lain, Austin AE Tumengkol, mengundurkan diri dari pencalonan.
Kepastian Farianda menjadi calon tunggal terungkap pada hari terakhir pendaftaran bakal calon Ketua PWI Sumut di Kantor PWI Sumut, Jalan Adinegoro Nomor 4, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Jumat (6/11/2026).
Dari dua nama yang sebelumnya digadang-gadang bakal bersaing memperebutkan pucuk pimpinan organisasi wartawan terbesar di Indonesia itu, hanya Farianda yang mengembalikan berkas pendaftaran. Sementara Austin AE Tumengkol memilih mundur sebelum tahapan pendaftaran berakhir.
Meski demikian, status Farianda saat ini masih sebagai bakal calon. Panitia terlebih dahulu akan melakukan verifikasi administrasi sebelum menetapkannya sebagai calon yang berhak mengikuti Konferensi PWI Sumut pada 21 November 2026 mendatang.
Ketua Organizing Committee (OC) Konferensi PWI Sumut, Rifki Warisan, didampingi Sekretaris OC SR Hamonangan Panggabean, Ketua Steering Committee (SC) Taufik Wal Hidayat, serta Sekretaris SC Riza Mulyadi, menjelaskan, bahwa hingga penutupan pendaftaran pukul 16.05 WIB, panitia menerima tiga berkas pendaftaran untuk posisi Ketua PWI Sumut dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP).
“Sejak pendaftaran dibuka pada 2 November 2026 hingga hari terakhir, tercatat hanya tiga kandidat yang mendaftar,” kata Rifki.
Ia menjelaskan, sebenarnya terdapat lima orang yang mengambil formulir pendaftaran. Namun, hingga batas akhir pengembalian berkas, hanya tiga orang yang melanjutkan proses pencalonan.
Ketiga nama tersebut masing-masing Farianda Putra Sinik untuk bakal calon Ketua PWI Sumut, serta Rizal Rudi Surya dan Khairul Muslim untuk bakal calon Ketua DKP PWI Sumut.
Selanjutnya, panitia akan memeriksa seluruh dokumen persyaratan untuk memastikan kelayakan masing-masing kandidat. “Sabtu dan Minggu kami melakukan verifikasi. Senin hasilnya akan diumumkan, apakah kandidat memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS),” jelasnya.
Hasil verifikasi tersebut kemudian akan disampaikan kepada PWI Pusat untuk mendapatkan penetapan sebagai calon resmi yang akan mengikuti Konferensi PWI Sumut.
“Yang jelas, panitia tetap bekerja sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” kata Rifki.
Sebelumnya, Farianda Putra Sinik datang ke Sekretariat PWI Sumut bersama sejumlah pendukungnya untuk menyerahkan berkas pencalonan. Kehadirannya diterima langsung oleh panitia pelaksana konferensi.
Balon petahana tersebut menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan organisasi, diantaranya surat pernyataan, surat keterangan kesehatan, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat utama, serta dukungan minimal 10 persen dari jumlah daftar pemilih.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, panitia menerima berkas pendaftaran Farianda sebagai bakal calon Ketua PWI Sumut periode 2026-2031.
Ditengah dinamika menjelang konferensi, Farianda justru menekankan pentingnya menjaga soliditas dan persaudaraan sesama anggota PWI. Baginya, kompetisi dalam organisasi tidak boleh berubah menjadi pertarungan yang merusak hubungan kekeluargaan.
Ia mengingatkan seluruh anggota PWI di Sumatera Utara agar tidak terpecah hanya karena perbedaan pilihan dalam menentukan kepemimpinan organisasi.
“Kalau kita bersatu dan kompak, kita akan kuat. Sebaliknya, kita akan mudah ‘dipermainkan’ jika tidak kompak dan bersatu,” kata Farianda.
Ia juga mengingatkan bahwa konferensi merupakan bagian dari proses demokrasi organisasi yang semestinya berlangsung dengan suasana dewasa, sehat, dan penuh persaudaraan.
Menurutnya, perbedaan dukungan merupakan hal lumrah dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai melahirkan permusuhan, saling hasut, ataupun menciptakan sekat diantara sesama wartawan.
“Berbeda pilihan itu biasa, karena itu hak demokrasi. Jangan karena beda pilihan, terus di antara kita terjadi saling hasad dan hasut. Pesta cuma satu hari, persaudaraan selamanya,” katanya.
Farianda berharap konferensi mendatang tidak sekadar menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kebersamaan dan membesarkan PWI sebagai rumah besar seluruh wartawan.
“Saya tidak ingin setelah pesta demokrasi justru terjadi jarak diantara kita. Saya ingin kita bersama-sama membesarkan PWI sebagai rumah besar kita. Mari kita berkonferensi dengan riang gembira,” ajaknya.
Dengan berakhirnya masa pendaftaran dan hanya satu bakal calon Ketua PWI Sumut yang mengembalikan berkas, perhatian kini tertuju pada tahapan verifikasi administrasi. Hasil pemeriksaan panitia akan menjadi penentu langkah berikutnya menuju konferensi pada 21 November 2026.
Satu nama memang telah mengemuka, tetapi kepastian pencalonan tetap berada pada mekanisme verifikasi dan penetapan sesuai aturan organisasi.(Misn’t)
Editor: Misno





Discussion about this post