INformasinasional.com, Pasaman Barat–Ancaman bencana alam membayangi warga Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Abrasi Sungai Batang Talu yang semakin parah kini berubah menjadi momok menakutkan, mengancam keselamatan jiwa, rumah ibadah, serta permukiman warga disepanjang aliran sungai.
Wali Nagari Talu Mahyu Danil, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi dikawasan Pasanggiang, lokasi longsoran tanah yang hingga kini belum tertangani. Tumpukan material longsor tersebut berpotensi menyumbat aliran sungai dan memicu banjir bandang sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah itu.
“Abrasi sungai terus menggerus tepian. Jika material longsor ini tidak segera dibersihkan, ancamannya sangat serius, bukan hanya banjir, tapi juga keselamatan warga dan masjid di hilir,” ujar Danil dengan nada khawatir, kepada awak midia, Jumat (26/12/2025). Kampung Terancam Tenggelam Saat Hujan Deras.
Ancaman tak berhenti di Pasanggiang. Kampung Munggu Lubuk Paniang, Jorong Patomuan, menjadi titik rawan berikutnya. Setiap hujan lebat turun, warga dihantui luapan Sungai Batang Talu yang bertemu dengan aliran Batang Sinuruik yang kerap memicu banjir besar.
Air bah berpotensi meluap ke rumah-rumah warga, merendam pemukiman dalam hitungan jam. Pemerintah nagari telah mengingatkan warga agar selalu waspada dan bersiap mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Disisi lain, Jalan Polong Onam, akses vital warga, kini nyaris lumpuh total. Longsor dan erosi telah merusak badan jalan secara serius. Jika hujan deras kembali turun, jalan ini dikhawatirkan putus sepenuhnya, mengisolasi wilayah dan menghambat distribusi logistik serta evakuasi darurat.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Wali Nagari Talu Mahyu mendesak Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, BPBD, serta dinas terkait untuk segera turun ke lapangan. Penanganan darurat seperti pembersihan material longsor, pembangunan tanggul pengaman, dan normalisasi sungai dinilai tidak bisa lagi ditunda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari instansi berwenang. Sementara itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan, menjauhi area sungai, serta terus memantau informasi cuaca dari BMKG.
Ancaman nyata kini ada didepan mata. Tanpa tindakan cepat, bencana besar hanya tinggal menunggu waktu.
Reporter: SYAFRIZAL






Discussion about this post