INformasinasional.com, TEL AVIV – Amerika Serikat (AS) telah mengirim pesan rahasia ke Israel mengenai persiapannya untuk kemungkinan serangan militer terhadap Iran. Hal itu diungkap media Zionis, Channel 14.
Menurut laporan media tersebut, pesan rahasia AS menyatakan bahwa persiapan untuk serangan tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar dua minggu. Sedangkan kesempatan yang tepat untuk melaksanakannya dapat muncul dalam beberapa bulan mendatang.
Pihak Amerika menambahkan bahwa ini tidak berarti mereka menunggu persiapan selesai. Dari sudut pandang mereka, serangan tersebut bahkan dapat terjadi lebih cepat jika Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah tersebut, meskipun opsi ini tampaknya tidak sedang dipertimbangkan saat ini. Namun, Amerika Serikat saat ini terus memperkuat pasukan militernya di Timur Tengah, sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan terhadap Iran.
Saat ini terdapat pengerahan pasukan AS yang luas dan belum pernah terjadi sebelumnya di lapangan, yang memberikan kebebasan hampir penuh kepada militer Amerika untuk melakukan operasi militer. Sementara itu, para pejabat Iran mengeluarkan ancaman serangan terhadap situs-situs sensitif Israel, termasuk jantung kota Tel Aviv, jika negara Islam itu diserang AS.
Menurut para pejabat tersebut, Israel akan merasakan pembalasan yang belum pernah terjadi sebelumnya jika perang benar-benar pecah.
Dalam unggahan di X, baik dalam bahasa Persia maupun Ibrani, Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan: “Serangan terbatas [AS] adalah ilusi. Setiap tindakan militer oleh Amerika, dalam bentuk apa pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapannya akan segera, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya, ditujukan kepada agresor, kepada jantung Tel Aviv, dan kepada semua yang mendukung agresor.”
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga memperingatkan bahwa pasukan Iran akan menanggapi dengan keras setiap operasi militer AS, tetapi tidak mengesampingkan kesepakatan baru tentang program nuklir Teheran.
“Angkatan Bersenjata kami yang gagah berani siap dengan jari-jari mereka di pelatuk, akan segera dan dengan kuat menanggapi setiap agresi terhadap tanah, udara, dan laut kami tercinta,” tulisnya di di X, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (29/1/2026).
“Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil dan merata, dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi, yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak ada senjata nuklir,” paparnya.
Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengancam Teheran dengan serangan yang jauh lebih buruk daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Juni tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa “armada besar” sedang mendekati Iran. “Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras,” tulis Trump.(SindoNews)






Discussion about this post