INformasinasional.com, Langkat — Masa tanggap darurat banjir di Kabupaten Langkat kembali diperpanjang. Memasuki periode ketiga, 17–23 Desember, Pemerintah Kabupaten Langkat kini berpacu dengan waktu: memulangkan ribuan pengungsi sekaligus menutup lubang-lubang krisis yang ditinggalkan banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat memusatkan perhatian pada penyelesaian pengungsi yang masih bertahan di posko-posko Kecamatan Hinai dan Tanjung Pura. Targetnya jelas, warga harus segera kembali kerumah masing-masing, meski banyak diantaranya pulang kebangunan yang berlumpur, rusak, bahkan nyaris tak layak huni.
Untuk mempercepat pemulihan, BPBD telah mendistribusikan alat-alat kebersihan ke desa-desa terdampak. “Minimal rumah bisa dibersihkan dan kembali dihuni,” kata Kepala Pelaksana BPBD Langkat, Muhammad Ansyari MKes, Kamis (18/12/2025).
Namun pemerintah daerah sadar, banjir tak hanya merusak rumah, tapi juga memutus akses air bersih. Karena itu, Pemkab Langkat menyiapkan langkah jangka pendek, mengusulkan pembangunan sumur pompa hidran umum lengkap dengan toren berkapasitas 5.000 liter di 10 titik rawan banjir. Sumur-sumur ini diharapkan menjadi penyangga kebutuhan air warga saat bencana kembali datang.
Disisi lain, pendataan kerusakan terus dikebut. Rumah rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, hingga hunian yang berada di zona ancaman banjir kini masuk daftar prioritas. Rumah yang rusak berat dan hanyut akan diusulkan mendapat hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap), baik dilokasi lama maupun dikawasan baru yang dinilai lebih aman.
“Yang kehilangan rumah harus bisa kembali beraktivitas. Negara tak boleh membiarkan warganya hidup dipengungsian terlalu lama,” kata pejabat di BPBD Langkat itu.
Ancaman belum sepenuhnya berlalu. BMKG memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat masih akan membayangi wilayah Langkat. Pemerintah pun mengimbau warga tetap waspada, terutama yang tinggal dibantaran sungai dan dataran rendah.
Upaya teknis juga dilakukan. Bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemkab Langkat memperbaiki tanggul-tanggul kritis di Stabat, Padang Tualang, dan Tanjung Pura. Pompa-pompa air dikawasan Waduk Tanjung Pura segera kembali diaktifkan untuk menekan genangan yang kerap mengepung permukiman warga.
Bupati Langkat, kata BPBD, menegaskan perpanjangan masa tanggap darurat hingga pekan ketujuh demi memastikan penanganan pengungsi tuntas. Pemerintah daerah berjanji terus mengawal pendataan kerusakan agar bisa diusulkan kepemerintah pusat.
“Komitmennya satu: pengungsi harus pulang, rumah harus dibangun kembali, dan bencana tak boleh berulang dengan luka yang sama,” kata pejabat tersebut.
Bagi warga Langkat, waktu kini menjadi taruhan. Antara janji pemulihan dan ancaman banjir berikutnya, negara ditunggu hadir lebih cepat, sebelum air kembali naik.(Misno/Zaid Lbs)






Discussion about this post