INformasinasional.com, Langkat — Ditengah luka panjang akibat banjir yang sempat merendam harapan ribuan warga, secercah kabar datang dari Rumah Dinas Bupati Langkat, Senin (23/2/2026). Bupati Langkat, Syah Afandin, menerima hibah lahan seluas 4,6 hektare dari PT Rapala Sri Timur untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir.
Lahan yang terletak di Desa Lubuk Kasih, Kecamatan Berandan Barat, itu bukan sekadar sebidang tanah. Ia adalah simbol harapan, janji bahwa para penyintas banjir tak lagi hidup dalam bayang-bayang genangan dan ketidakpastian.
Pertemuan berlangsung hangat namun sarat makna. Jajaran manajemen PT Rapala Sri Timur hadir lengkap, dipimpin Beatus R Lumban Gaol selaku Humas, bersama Kariman Silaen (Area Manager Rapala Group), Muliady Sigalingging (Manager Kebun), Faisal Rambe (Legal), Defriansyah Ginting (Staf Khusus), David Pakpahan (Legal), dan Boike Nainggolan (Staf Humas). Dihadapan bupati, mereka menyerahkan komitmen yang dikemas dalam tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Langkat sebelumnya meninggalkan jejak getir, rumah-rumah roboh, dinding lapuk, dan keluarga yang terpaksa mengungsi berbulan-bulan. Huntap menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar program pembangunan.
“Ini bentuk komitmen kami mendukung percepatan pemulihan pascabencana,” kata perwakilan perusahaan dalam pertemuan tersebut.
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bobotnya berat, menyentuh hajat hidup banyak keluarga yang kini menanti kepastian tempat tinggal.
Syah Afandin menyambut hibah itu dengan apresiasi terbuka. “Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Rapala Sri Timur. Bantuan lahan ini akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku agar pembangunan hunian tetap bisa direalisasikan secepatnya,” kata Syah Afandin.
Nada optimisme itu bukan tanpa tantangan. Proses administrasi, legalitas lahan, hingga pembangunan fisik akan menjadi ujian berikutnya.
Masyarakat tentu menanti, kapan alat berat mulai bergerak, kapan pondasi pertama ditanam, dan kapan kunci rumah diserahkan ketangan warga.
Turut mendampingi bupati dalam pertemuan itu Kepala Dinas Perkim Dr Robby Rezeki, Kepala Pelaksana BPBD HM Ansyari, serta Kepala BPKAD M Iskandarsyah.
Kehadiran mereka menjadi sinyal bahwa proyek ini bukan sekadar seremoni, melainkan agenda lintas sektor.
Diatas 4,6 hektare tanah itu, pemerintah daerah dan dunia usaha mencoba merajut ulang harapan yang sempat hanyut. Jika kolaborasi ini benar-benar dikawal hingga tuntas, Desa Lubuk Kasih kelak tak hanya dikenal sebagai lokasi banjir, tetapi sebagai titik balik kebangkitan.
Kini, bola ada ditangan eksekusi. Warga menunggu, dan waktu tak pernah mau menunggu terlalu lama.(Misno)






Discussion about this post