INformasinasional.com-Pasaman Barat–Bupati Pasaman Barat Yulianto mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) secara kolaboratif, tanpa saling menyalahkan, demi mewujudkan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Yulianto saat membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2027.
“Kita harus membangun Pasaman Barat secara bersama-sama. Tidak ada yang merasa paling hebat dan tidak saling menyalahkan. Yang terpenting adalah bagaimana ke depan kita saling mengisi dan memperbaiki demi kemajuan Pasbar,” ujar Yulianto, Kamis (27/1/2026).
Forum Konsultasi Publik tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Erisa Doddy San Ismail, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.
Bupati Yulianto menjelaskan bahwa proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah telah dimulai sejak akhir tahun sebelumnya, diawali dengan musyawarah nagari sebagai dasar perencanaan pembangunan.
“Tahapan ini dilanjutkan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nagari. Hari ini kita melaksanakan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027, yang selanjutnya akan diteruskan dengan Musrenbang kecamatan dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, penyatuan tujuan dan kerja sama seluruh pihak menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menambahkan, penyusunan RKPD Tahun 2027 merupakan momentum strategis karena memasuki tahun kedua kepemimpinan saat ini. Oleh sebab itu, rencana kerja yang disusun diharapkan mampu mencerminkan langkah-langkah konkret pencapaian visi daerah.
“Visi yang kita usung adalah Terwujudnya Pasaman Barat yang Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan Berlandaskan Agama dan Budaya. Visi ini merupakan representasi harapan seluruh masyarakat Pasaman Barat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus disusun berdasarkan kondisi riil masyarakat serta usulan yang berkembang dari bawah, sekaligus tetap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.
“Program yang kita susun harus sejalan dengan arah pembangunan nasional dan provinsi, baik di bidang pangan, sumber daya manusia, maupun sektor lainnya. Terlebih, Pasaman Barat juga baru saja menghadapi bencana, sehingga rencana pembangunan perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Yulianto juga memaparkan capaian pembangunan daerah secara makro. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pasaman Barat tahun 2025 tercatat sebesar 73,69 dan ditargetkan meningkat menjadi 77,00 pada tahun 2027. Pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan III tahun 2025 mencapai 3,91 persen.
Selain itu, kinerja pengentasan kemiskinan menunjukkan tren positif dengan menurunnya angka kemiskinan dari 7,00 persen pada tahun 2024 menjadi 6,30 persen pada tahun 2025. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 6,34 persen pada tahun 2024 menjadi 5,95 persen pada tahun 2025.
“Capaian ini menjadi dasar bagi kita untuk terus bekerja lebih baik dan memastikan pembangunan Pasaman Barat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Yulianto.
Reporter: SYAFRIZAL





Discussion about this post