INformasinasional.com, Humbahas — Kawasan Danau Toba tak lagi sekadar kartu pos pariwisata. Juli 2026 nanti, airnya akan dibelah perenang, jalannya disikat pesepeda, dan tanjakannya digerus pelari. Triathlon Challenge Bakkara Humbahas 2026 digadang-gadang menjadi panggung adu stamina paling panas di Sumatera Utara, sekaligus mesin baru sport tourism.
Berlokasi di Bakkara–Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, event ini membidik 2.000 peserta lokal, nasional, hingga internasional dengan total hadiah Rp100 juta. Kategori yang dibuka tak main-main, Super Sprint Distance, Sprint Distance, dan Olympic Distance. Pendaftaran telah dibuka sejak 2 Februari 2026.
Liaison Officer PT Ompu Sumihar Toruan Teknologi (OST), Tohap Sihombing, menyebut persiapan teknis dan nonteknis kini digenjot. “Kami berproses dan berkoordinasi soal dana, juknis lomba, kesiapan lintasan, hingga detail pelaksanaan. Targetnya bukan sekadar ramai, tapi rapi, aman, dan berkelas,” katanya Senin (2/3/2026).
Bukan Sekadar Lomba, Ini Taruhan Citra
Tohap tak menutup ambisi: triathlon ini hendak memaku citra Humbahas dan Danau Toba sebagai destinasi unggulan Sumut. “Event seperti ini baru pertama kali digelar di sini. Harapan kami, ia menjadi agenda resmi sport tourism,” katanya.
Rancangannya memadukan karakter pegunungan Humbahas dengan nilai budaya Batak Toba, renang diperairan kaldera, bersepeda melintasi kontur menanjak, dan lari dilanskap dramatis. Sebuah paket ketahanan fisik yang dibungkus panorama.
Panitia membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dari BUMN hingga badan usaha swasta. Nama-nama seperti PT Inalum dan BPODT disebut sebagai mitra potensial. “Kami terbuka untuk kerja sama yang saling menguntungkan,” tegas Tohap.
Bahkan, pelajar mendapat diskon biaya pendaftaran, strategi memperluas partisipasi sekaligus menanam bibit atlet.
Event Organizer OST, Sumihar Toruan, menyebut triathlon ini bukan cuma soal garis finis. “Kami menawarkan pengalaman unik: tantangan fisik dan rekreasi alam dalam satu kemasan singkat, padat, berkesan, menikmati Danau Toba dan budaya Batak Toba secara harmonis,” katanya.
Efek dominonya diharapkan terasa hingga ke dapur warga, homestay terisi, UMKM bergerak, kuliner laris, dan lapangan kerja sektor hospitality tercipta. Targetnya jelas, wisatawan tinggal lebih lama, belanja lebih banyak.
Dukungan formal pun sudah dikantongi. Bupati Humbahas melalui Disparpora menerbitkan surat rekomendasi kegiatan sport tourism nomor 566/4204/Disparpora/XII/2025. Sinyal politiknya terang: triathlon ini bukan euforia sesaat, melainkan proyek citra dan ekonomi.
Pertanyaannya tinggal satu, mampukah Humbahas mengelola ambisi sebesar kalderanya? Juli 2026 akan menjadi jawabannya diair, ditanjakan, dan digaris finis.
Reporter: Karmawan Silaban






Discussion about this post