INformasinasional.com, LANGKAT — Ditengah riuh kompetisi prestasi pelajar yang kerap berhenti pada gelar dan selempang, nama Ratu Morayya Fonaentin muncul dengan tawaran berbeda, suara tentang kesehatan mental anak. Dukungan pun datang dari Ketua TP-PKK Kabupaten Langkat, Ny Endang Syah Afandin, yang menyebut langkah Ratu Morayya sebagai representasi pelajar perempuan yang tak sekadar tampil, tetapi juga bersuara.
“Ini bukan hanya soal lomba kecantikan pelajar. Ini tentang keberanian mengangkat isu yang sering disenyapkan,” kata Ny Endang Syah Afandin, Senin (2/2/2026).
Ratu Morayya, siswi SMA Negeri 1 Bangkinang Kota, akan berlaga diajang Puteri Pelajar Riau 2026 dengan mengusung advokasi bertajuk #RatuBerAksi, sebuah gerakan edukasi yang menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi anak dan remaja. Diusia 15 tahun, pelajar kelahiran Pekanbaru, 4 September 2010 itu memilih jalur yang tak populer, namun krusial, menyentuh luka sunyi generasi muda.
Bagi Ny Endang, advokasi tersebut sejalan dengan mandat TP-PKK yang selama ini berkutat pada isu ketahanan keluarga dan perlindungan anak.
Menurutnya, persoalan kesehatan mental tak lagi bisa dipinggirkan sebagai urusan pribadi, apalagi ditengah tekanan akademik dan sosial yang kian menghimpit anak-anak.
“Kehadirannya membawa pesan penting, generasi muda tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga peka dan peduli,” kata Ny Endang.
Langkah Ratu Morayya juga memiliki irisan emosional dengan Kabupaten Langkat. Ibunya bernama Reni Sri Anggraini. Sedangkan ayahnya, Rahman Azmi, merupakan putra asli Langkat, tepatnya dari Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura. Sosok yang akrab disapa Amik itu dikenal aktif diberbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan serta anak. Ia juga tercatat sebagai pengurus TP-PKK Kabupaten Langkat, sebuah jejak yang mempertegas ikatan Ratu Morayya dengan tanah Langkat.
Tak berhenti dilevel provinsi, Ratu Morayya diproyeksikan melangkah keajang nasional di Jakarta, membawa nama Provinsi Riau sekaligus Kabupaten Langkat. Ia diharapkan menjadi wajah generasi muda yang tak hanya cemerlang dipanggung, tetapi juga relevan dengan persoalan zaman.
Ny Endang berharap kiprah Ratu Morayya menjadi pemantik bagi pelajar lain, terutama putri daerah, untuk berani melampaui batas simbolik prestasi. “Berprestasi, berani bersuara, dan memberi makna,” katanya. Sebab, ditengah gemerlap panggung, suara tentang kesehatan mental anak adalah pesan yang paling mendesak untuk didengar.(Misno)






Discussion about this post