INformasinasional.com, Langkat – Pelantikan empat pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, Kamis (12/2/2026), berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati. Namun pesan yang mengemuka jauh dari basa-basi birokrasi. Wakil Bupati Langkat Tiorita br Surbakti menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni rutin yang berakhir pada foto bersama dan ucapan selamat.
“Jabatan saudara adalah posisi strategis sebagai motor penggerak organisasi,” kata Tiorita, mengingatkan bahwa kursi yang kini diduduki bukanlah tempat berdiam, melainkan ruang kerja penuh tekanan dan tuntutan.
Empat pejabat yang dilantik adalah Faizal Rizal Matondang sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, yang sebelumnya Faizal Rizal Matondang sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Langkat. Kemudian Iqbal Nur Asrori sebagai Perencana Ahli Muda di Bappeda Litbang. Muhammad Yusuf sebagai Perencana Ahli Pertama di Bappeda Litbang. Dan Maslizah Adawiyah ZA sebagai Perencana Ahli Muda di Bappeda Litbang.
Penegasan Tiorita terasa seperti alarm dini ditengah situasi ekonomi daerah yang tidak sepenuhnya landai. Inflasi yang harus dikendalikan, infrastruktur yang masih menuntut sentuhan, hingga denyut ekonomi masyarakat yang perlu terus dijaga, menjadi pekerjaan rumah yang tak ringan.
Dihadapan para pejabat yang baru dilantik, Tiorita menuntut agar setiap perencanaan pembangunan disusun berbasis data dan fakta lapangan, bukan sekadar angka-angka diatas meja. “Pastikan setiap dokumen perencanaan mampu menjawab tantangan ekonomi, penguatan infrastruktur, hingga pengendalian inflasi,” katanya.
Nada peringatan itu sekaligus menjadi penanda, birokrasi Langkat dituntut lebih adaptif dan presisi. Tidak ada lagi ruang bagi perencanaan yang normatif, apalagi sekadar memenuhi kewajiban administratif. Setiap kebijakan harus berdampak nyata dan terukur bagi masyarakat.
Pelantikan ini juga menyiratkan konsolidasi internal pemerintahan dibawah kepemimpinan Bupati Syah Afandin. Ditengah dinamika politik dan ekspektasi publik yang terus meninggi, pembenahan lini perencanaan menjadi kunci. Sebab dari meja Bappeda-lah arah pembangunan ditentukan, apakah akan sekadar berjalan ditempat atau benar-benar melompat maju.
Seremoni boleh usai dalam hitungan jam. Tetapi ujian sesungguhnya baru saja dimulai. Dipundak empat pejabat itulah, sebagian harapan Langkat dititipkan.(Misno)






Discussion about this post