INformasinasional.com, LANGKAT – Diusia ke-18, Partai Gerakan Indonesia Raya tak hanya merayakan perjalanan politiknya, tetapi juga menegaskan konsolidasi kekuasaan hingga kedaerah. Hal itu tercermin dari kehadiran Bupati Langkat H Syah Afandin SH dalam peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra yang digelar di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Rabu (4/2/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Langkat itu bukan sekadar seremonial. Ia menjadi penanda sikap, pemerintah daerah berdiri seirama dengan arah politik nasional yang kini dikomandoi Presiden Prabowo Subianto, tokoh sentral sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra.
Acara tersebut dihadiri jajaran elit dan struktur Gerindra, mulai dari perwakilan Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara M Syah, Ketua DPD PAPERA Sumut H Suratman SP, hingga Ketua DPC Gerindra Langkat H Dedek Pradesa, SSos I MSos. Sejumlah organisasi sayap partai dan tamu undangan turut melengkapi barisan, menegaskan kuatnya mesin politik yang bekerja dari pusat hingga akar rumput.
Disela haul, bantuan untuk kelompok tani diserahkan secara simbolis, suatu gestur yang menyiratkan pesan klasik Gerindra, politik harus menyentuh dapur rakyat.
Bantuan itu berupa paket sembako dari DPD Gerindra Sumut, alat pertanian dari Dinas Pertanian Langkat, kaus dari PT Mahakam, serta pupuk organik dari PT Benteng Tani. Jumlahnya mungkin terbatas, namun maknanya politis, pertanian tetap menjadi ladang janji sekaligus harapan.
Dalam sambutannya, Syah Afandin mengucapkan selamat ulang tahun ke-18 kepada Gerindra. Ia menekankan pentingnya soliditas partai dengan tema “Kompak, Bergerak, dan Berdampak” sebuah slogan yang terdengar sederhana, namun sarat pesan loyalitas.
“Ketua Umum Partai Gerindra adalah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Harapan beliau jelas, bagaimana kita bersama-sama mewujudkan program Asta Cita,” kata Syah Afandin.
Ia mengajak seluruh elemen untuk mendoakan Presiden Prabowo agar tetap sehat dan istikamah memimpin bangsa.
Menurutnya, arah kebijakan yang ditempuh pemerintah pusat kini semakin terasa menyentuh kepentingan rakyat, klaim yang sekaligus menjadi pembelaan awal atas kebijakan-kebijakan yang tengah berjalan.
“Mari kita dukung kebijakan Presiden yang berpihak kepada rakyat. Dampaknya sudah mulai dirasakan,” katanya.
Syah Afandin menutup dengan penekanan pada satu kata kunci, sinergi. Baginya, keberhasilan program nasional tak mungkin berdiri sendiri tanpa keselarasan antara eksekutif dan legislatif, dari Jakarta hingga daerah. Langkat, dalam narasi itu, memilih berdiri dibarisan depan.
Diusia dewasa Gerindra, pesan dari Langkat terdengar jelas, konsolidasi kekuasaan terus dirajut halus, rapi, dan penuh keyakinan.(Misno)






Discussion about this post