INformasinasional.com |Bulukumba – Polemik seputar penyaluran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali mengemuka.
Sorotan publik kini mengarah pada lemahnya pengawasan pembangunan dan operasional dapur MBG yang berada di bawah tanggung jawab Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba, Wahyu Saputra.
Ia dinilai tidak menjalankan tugas sesuai petunjuk teknis (juknis) sehingga memicu berbagai kejanggalan di lapangan.
Isu ini mencuat setelah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Bulukumba.
Dalam tuntutannya, para aktivis menyoroti buruknya kinerja Korwil MBG serta mendesak DPRD melakukan investigasi langsung ke sejumlah dapur, termasuk Yayasan Darma Rafid Caile (DRC) yang sebelumnya diduga berada satu atap dengan sarang burung walet.
Investigasi Lapangan: IMM dan DPRD Turun ke Lokasi DRC
Pada Jumat, 28 November, Aktivis IMM Jayadi bersama rekannya menindaklanjuti aduan tersebut dengan melakukan investigasi langsung ke lokasi dapur DRC. Mereka turut didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, S.Sos., M.I.Kom, salah satu legislator yang menerima aspirasi IMM saat demonstrasi.
Dalam pemeriksaan lapangan, Jayadi menemukan bahwa sarang burung walet di bangunan tersebut sudah tidak aktif.
Pemilik dapur mengakui bahwa dirinya telah melakukan pembersihan dan sterilisasi bangunan.
Namun, temuan penting muncul ketika pemilik dapur mengungkapkan bahwa saat peresmian dapur MBG, sarang burung walet tersebut masih aktif.
“Memang dapurnya waktu diresmikan masih aktif sarang burung waletnya karena saya tidak tahu. Setelah ada pemberitaan bahwa dapur MBG tidak boleh satu atap dengan burung walet, baru saya tutup dan saya sterilkan,” ungkap pemilik dapur kepada Jayadi.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa proses verifikasi dan pengawasan sebelum peresmian dapur MBG tidak dilakukan secara maksimal.
Dugaan Korwil MBG Abai Jalankan Juknis
Usai melakukan investigasi, Jayadi menilai Korwil MBG Bulukumba diduga tidak menjalankan fungsinya sebagaimana diatur dalam juknis. Padahal, Korwil MBG Kabupaten memiliki peran penting dalam:
Pengawasan operasional dapur MBG
Menginstruksikan perbaikan jika ditemukan pelanggaran
Memastikan dapur memenuhi standar kebersihan dan sanitasi
Mendukung percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Fakta bahwa dapur DRC diresmikan saat masih satu atap dengan sarang burung walet dianggap sebagai bukti lemahnya pengawasan.
—Respons DPRD Bulukumba
Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris memberikan tanggapan singkat mengenai temuan di lapangan.
“Kita hanya bisa menganjurkan supaya dalam pelaksanaannya berjalan sesuai SOP sehingga hal-hal yang bisa berdampak negatif bisa diantisipasi dan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Syahruni menegaskan bahwa DPRD akan memberikan rekomendasi agar seluruh pelaksanaan program MBG tetap berada dalam koridor standar operasional yang berlaku.IMM Tunggu Jadwal Investigasi Lanjutan dari DPRD
Jayadi menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu jadwal resmi dari DPRD Bulukumba untuk melanjutkan investigasi ke sejumlah titik lain yang telah disebutkan dalam tuntutan aksi IMM.
“Ini baru awal. Kami mendorong DPRD agar segera menjadwalkan turun lapangan ke lokasi lainnya. Pengawasan MBG tidak boleh setengah-setengah,” tegasnya.
Reporter: Sapriaris





Discussion about this post