INformasinasional.com, MOSKOW – Rusia merilis rekaman yang menunjukkan pengerahan sistem rudal hipersonik Oreshnik di Belarusia. Itu merupakan suatu langkah yang dapat memperkuat kemampuan Moskow untuk menargetkan Eropa dalam potensi konflik di masa depan. Itu berlangsung setelah informasi serangan 91 drone Ukraina kekediaman Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kantor berita negara Rusia TASS melaporkan pada hari Selasa bahwa ini menandai penampilan publik pertama dari sistem Oreshnik bergerak.
Presiden Vladimir Putin menggambarkan rudal-rudal tersebut sebagai sesuatu yang mustahil untuk dicegat, dengan alasan kecepatannya lebih dari 10 kali kecepatan suara.
Duta Besar Rusia untuk Belarusia Boris Gryzlov menggunakan ucapan Tahun Barunya untuk mengkonfirmasi penempatan rudal tersebut. “Sistem rudal Oreshnik Rusia telah mulai bertugas di [Belarus]. Langkah ini merupakan konfirmasi yang jelas tentang efektivitas perjanjian antarnegara bilateral tentang jaminan keamanan di dalam Negara Persatuan, yang mulai berlaku pada bulan Maret,” demikian bunyi pesan sambutan tersebut, menurut TASS.
Penempatan dinegara yang berbatasan dengan anggota NATO dan Ukraina ini terjadi ditengah meningkatnya ketegangan atas perang Rusia di Ukraina.
Pada hari Senin (29/12/2025) Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Ukraina telah melancarkan serangan terhadap kediaman Putin di Valdai, wilayah Novgorod dibarat laut Rusia. Rusia telah mengancam akan membalas dendam terhadap Ukraina setelah menuduh hampir 100 drone telah menargetkan rumah tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menolak klaim Rusia tersebut.
Para analis mencatat bahwa penempatan rudal Oreshnik di Belarus dapat mempersingkat waktu bagi senjata nuklir Rusia untuk mencapai target di Eropa.
Analis Barat melihat langkah tersebut sebagai sinyal ketergantungan Moskow pada pencegahan nuklir untuk mencegah dukungan NATO terhadap Ukraina.
Dua peneliti AS mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa video tersebut mengkonfirmasi identifikasi berbasis satelit sebelumnya dari pangkalan udara Krichev-6 yang dibahas sebagai lokasi yang kemungkinan besar dari rudal tersebut.
Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute dan Decker Eveleth dari organisasi penelitian dan analisis CNA di Virginia mengatakan, sebuah bangunan dalam video tersebut cocok dengan gambar yang diambil oleh perusahaan satelit komersial Planet Labs pada bulan November. Mereka menyebutkan blogger militer Rusia Dmitry Kornev sebagai orang pertama yang menghubungkan video tersebut dengan citra satelit dan memposting hasilnya di X.
Meskipun rekaman tersebut tidak mengungkapkan lokasi yang tepat, rekaman itu menunjukkan peluncur bergerak yang melewati jalan-jalan hutan, kru yang menyamarkan sistem, dan seorang perwira senior Rusia yang menyatakan bahwa rudal-rudal tersebut secara resmi dalam tugas tempur.
Rutinitas pelatihan dan pengintaian ditunjukkan saat salju ringan turun. Moskow menguji Oreshnik yang dipersenjatai secara konvensional, bahasa Rusia untuk “pohon hazel” terhadap target di Ukraina pada November 2024.
Putin telah menyatakan bahwa bahkan dengan hulu ledak konvensional, kapasitas penghancuran rudal tersebut menyaingi senjata nuklir. Dengan jangkauan yang dilaporkan hingga 5.500 km (3.418 mil), sistem ini secara teoritis dapat menyerang seluruh Eropa atau Amerika Serikat bagian barat.
Beberapa pejabat Barat mempertanyakan efek praktis rudal tersebut di medan perang. Sebuah sumber AS mengatakan pada Desember 2024 bahwa Oreshnik tidak dianggap sebagai pengubah permainan.
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, sekutu dekat Putin yang telah terlibat dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, sebelumnya telah mengkonfirmasi pemasangan rudal tersebut. Ia mengatakan tidak lebih dari selusin Oreshnik akan dikerahkan, sebuah langkah yang digambarkan oleh menteri pertahanannya sebagai tanggapan terhadap apa yang mereka sebut sebagai tindakan agresif Barat
Meskipun Lukashenko mengizinkan pasukan Rusia untuk melancarkan operasi ke Ukraina dari Belarus pada tahun 2022, pasukan Belarusia belum dikirim untuk bertempur bersama unit-unit Rusia. Kanselir Jerman Friedrich Merz membahas postur militer Moskow dalam pidato Tahun Baru tahunannya. “Kita semakin jelas melihat bahwa agresi Rusia adalah dan merupakan bagian dari rencana yang ditujukan terhadap seluruh Eropa,” katanya, seraya mencatat ancaman sabotase, spionase, dan serangan siber setiap hari.
Merz juga menyinggung kebutuhan Eropa untuk bertindak secara independen di tengah kemitraan AS yang lebih tidak pasti dibawah Trump. “Bagi kita orang Eropa, ini berarti kita harus membela dan menegaskan kepentingan kita sendiri dengan lebih kuat,” katanya.
Ia menambahkan: “Ini bisa menjadi tahun yang menentukan bagi negara kita dan bagi Eropa. Ini bisa menjadi tahun di mana Jerman dan Eropa, dengan kekuatan baru, terhubung kembali dengan puluhan tahun perdamaian, kebebasan, dan kemakmuran.” (sindonews)






Discussion about this post