INformasinasional.com, Jakarta – Tabrakan antara dua kereta api berkecepatan tinggi di Andalusia, Spanyol selatan, telah menelan korban jiwa setidaknya 39 orang dan melukai lebih dari 120 orang. Ini merupakan kecelakaan kereta terburuk di negara itu dalam lebih dari satu dekade ini.
Sebelumnya dilaporkan bahwa 21 orang tewas akibat kecelakaan di dekat Adamuz, sekitar 200 kilometer (125 mil) utara Malaga pada hari Minggu (18/1) malam waktu setempat itu.
Tabrakan ini adalah kecelakaan kereta paling mematikan sejak tahun 2013, ketika 80 orang tewas setelah sebuah kereta keluar jalur di bagian rel yang melengkung di luar kota Santiago de Compostela.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (19/1/2026), tabrakan kereta itu terjadi ketika sebuah kereta api berkecepatan tinggi yang berangkat dari Malaga ke Madrid tergelincir di dekat Adamuz, melintasi jalur lain di mana ia menabrak kereta yang datang dari arah berlawanan, yang juga tergelincir. Demikian disampaikan badan kereta api Spanyol Adif.
Antonio Sanz, pejabat darurat tertinggi di wilayah selatan Andalusia, mengatakan dalam konferensi pers bahwa setidaknya 73 orang telah terluka.
Media Spanyol mengatakan jumlah korban bisa mencapai 100 orang dengan penumpang terjebak di dalam gerbong. Kepala Pemadam Kebakaran setempat, Francisco Carmona, juga mengatakan sejumlah gerbong kereta keluar jalur akibat peristiwa itu.
“Masalahnya adalah gerbong-gerbong itu bengkok, sehingga logamnya bengkok dengan orang-orang di dalamnya,” kata Francisco Carmona kepada media lokal.
“Kami bahkan harus mengeluarkan orang yang sudah meninggal untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit,” tambahnya.
Seorang saksi mengatakan kepada RTVE bahwa salah satu gerbong kereta pertama telah terbalik sepenuhnya. Gambar televisi menunjukkan tim medis dan petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.
Seorang jurnalis dari penyiar publik RNE yang merupakan salah satu penumpang kereta mengatakan dampaknya terasa seperti “gempa bumi”. Penumpang telah menggunakan palu darurat untuk memecahkan jendela gerbong dan keluar, katanya.
Saksi lainnya, Lucas Meriako, yang berada di kereta pertama yang tergelincir mengatakan peristiwa “ini seperti film horor”. Dia mengaku merasakan benturan kuat saat kereta itu kecelakaan.
“Kami merasakan benturan yang sangat kuat dari belakang dan perasaan bahwa seluruh kereta akan runtuh, hancur… banyak yang terluka karena pecahan kaca,” katanya.( dtc)






Discussion about this post