Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

KPK Membaca Ulang Peta Korupsi, Dari Tatap Muka Kejejak Berlapis

Editor: Misno

28/01/2026 21:37
in NASIONAL, TRENDING
0
KPK Membaca Ulang Peta Korupsi, Dari Tatap Muka Kejejak Berlapis

Ketua KPK Setyo Budiyanto

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, Jakarta — Koruptor tak lagi kikuk membawa tas berisi uang dan bertemu disudut parkiran. Mereka kini bekerja lebih rapi, berlapis, dan nyaris tanpa sentuhan.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengakui, wajah korupsi telah berubah, dan operasi tangkap tangan (OTT) pun tak lagi sesederhana dulu.

Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Rabu (28/1/2026), Setyo membuka peta baru modus korupsi yang tengah dihadapi lembaganya. Transaksi langsung face to face, yang dulu menjadi ciri khas kini tergantikan oleh skema layering, perantara berlapis, alur berputar, dan jejak yang sengaja dikaburkan.

Baca juga  Menteri Imipas Turun ke Langkat, Bagi Bantuan Ditengah Luka Banjir

“OTT sekarang prosesnya sudah beralih. Modusnya berubah,” kata Setyo. Ia menegaskan, praktik serah terima uang secara fisik semakin jarang. Koruptor memilih jalur aman, orang ke orang, tangan ke tangan, tanpa pertemuan langsung dengan penerima manfaat utama.

Perubahan itu memaksa KPK menajamkan strategi. Setyo menjelaskan, OTT tak lagi dimulai dari adegan penangkapan semata, melainkan dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti lewat penyelidikan tertutup. Dari sana, benang kusut transaksi diurai, perlahan, diam-diam.

“Nah dari proses penyelidikan tertutup itulah kemudian terhadap pelaku yang tertangkap tangan kami lakukan penindakan,” katanya.

Kunci operasi ada pada waktu. Dalam tenggat 1×24 jam setelah penangkapan, KPK memeras setiap detik untuk memburu mata rantai lain yang terlibat. Bukan hanya pelaku digaris depan, tapi juga aktor dibalik layar yang bersembunyi dibalik lapisan perantara.

Menurut Setyo, tak semua pihak yang dijerat OTT tertangkap basah sedang bertransaksi. Namun itu tak berarti mereka bersih. “Ada bukti-bukti lain yang mendukung bahwa yang bersangkutan merupakan bagian dari satu rangkaian perbuatan,” katanya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal: OTT bukan sekadar soal siapa yang tertangkap memegang uang, melainkan siapa yang berada dalam orkestrasi kejahatan. Dalam skema berlapis, aktor utama justru kerap berdiri paling jauh dari barang bukti.

Ditengah korupsi yang makin canggih, pengakuan KPK ini terasa seperti peringatan keras, permainan kotor tak lagi kasat mata, dan perang melawannya menuntut kecermatan lebih dari sekadar kecepatan tangan.

Permainan korupsi gaya baru ini sebetulnya sudah sejak tahunan berlangsung, tetapi baru kali ini diendus KPK. Seperti di Langkat, Sumatera Utara, Bekasi dan daerah lainnya di tanah air.

Menurut KPK, daerah yang memiliki masa kelam ditangani KPK yakni di Langkat.(misn’t)

Post Views: 619
Tags: Dari Tatap MukaKejejak BerlapisKPKMembaca UlangPeta Korupsi
Previous Post

Menteri Imipas Turun ke Langkat, Bagi Bantuan Ditengah Luka Banjir

Next Post

Anggota DPRD Kupang Ditahan Jaksa, Kasus Penelantaran Istri dan Anak yang Sempat Mandek Dua Tahun

Next Post
Anggota DPRD Kupang Ditahan Jaksa, Kasus Penelantaran Istri dan Anak yang Sempat Mandek Dua Tahun

Anggota DPRD Kupang Ditahan Jaksa, Kasus Penelantaran Istri dan Anak yang Sempat Mandek Dua Tahun

Discussion about this post

ADVERTISEMENT

BERITA TERBARU

Transparansi atau Skandal “Bang Ara” Pasang Alarm Keras Diproyek Bedah Rumah Humbahas

Transparansi atau Skandal “Bang Ara” Pasang Alarm Keras Diproyek Bedah Rumah Humbahas

26/03/2026 20:52
Pesek, si Orangutan Bukit Lawang Melahirkan Anak ke 7 Diusia 38 Tahun

Pesek, si Orangutan Bukit Lawang Melahirkan Anak ke 7 Diusia 38 Tahun

26/03/2026 10:13
Jabatan Kabais TNI Diserahkan buntut Kasus Air Keras ke Aktivis KontraS

Jabatan Kabais TNI Diserahkan buntut Kasus Air Keras ke Aktivis KontraS

25/03/2026 21:40
Api Melahap Dini Hari, 2 Nyawa Melayang, Rumah Kayu di Nias Utara Jadi Perangkap Maut

Api Melahap Dini Hari, 2 Nyawa Melayang, Rumah Kayu di Nias Utara Jadi Perangkap Maut

25/03/2026 21:14

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (49)
  • AGRIBISNIS (59)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (2,932)
  • Desa Kita (21)
  • EKONOMI (645)
  • HUKUM (1,108)
  • INSFRASTRUKTUR (379)
  • INTERNASIONAL (595)
  • kasyno (1)
  • KRIMINAL (475)
  • KULINER (46)
  • NASIONAL (787)
  • OLAHRAGA (674)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (43)
  • PERISTIWA (1,430)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (528)
  • RAGAM (194)
  • TRENDING (2,319)
  • UMUM (695)
  • VIDIO (14)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com