INformasinasional.com, LANGKAT — Banjir boleh datang dan infrastruktur boleh rusak, tetapi prestasi olahraga Langkat tidak boleh ikut tenggelam. Pesan itu ditegaskan Bupati Langkat Syah Afandin saat memimpin rapat pleno sekaligus buka puasa bersama pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Langkat, Jumat, 13 Maret 2026.
Dihadapan para pengurus dan insan olahraga, Syah Afandin yang juga menjabat Ketua KONI Langkat, mengirim sinyal tegas, olahraga daerah ini harus tetap bergerak, apa pun situasi yang sedang dihadapi.
“Prestasi olahraga Langkat tidak boleh berhenti. Kita harus tetap solid dan terus bergerak bersama,” kata Syah Afandin.
Pertemuan yang awalnya sekadar agenda organisasi itu berubah menjadi forum serius. Bukan hanya soal pembinaan atlet, tetapi juga tentang kondisi Langkat yang masih berbenah setelah diterjang banjir disejumlah wilayah.
Syah Afandin mengungkapkan pemerintah daerah baru menerima pengembalian dana efisiensi anggaran. Kabar itu langsung ia kaitkan dengan agenda pemulihan daerah.
Sekitar 80 persen dana tersebut, menurutnya, akan diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana.
“Dana itu akan kita prioritaskan untuk pembangunan infrastruktur. Banyak yang harus kita pulihkan setelah banjir,” katanya.
Namun bagi Syah Afandin, pemulihan daerah tidak cukup jika hanya ditopang oleh pemerintah. Ia menilai seluruh elemen masyarakat harus ikut bergerak, termasuk komunitas olahraga.
Karena itu, ia meminta keluarga besar KONI tetap menjaga solidaritas sekaligus menjadi bagian dari energi kebangkitan daerah.
“Saya butuh dukungan dari semua pihak, termasuk KONI, untuk membangun kembali Kabupaten Langkat,” pintanya.
Ditengah agenda pemulihan tersebut, Syah Afandin menegaskan satu hal, pembinaan atlet tidak boleh dikorbankan. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir prestasi atlet Langkat mulai menunjukkan peningkatan, baik dilevel provinsi maupun nasional.
Capaian itu dianggap sebagai bukti bahwa fondasi olahraga Langkat masih berdiri kokoh.
“Prestasi yang sudah ada harus kita pertahankan dan tingkatkan. Kita ingin olahraga Langkat kembali kemasa jayanya,” ungkap Syah Afandin.
Bagi pemerintah daerah, olahraga bukan sekadar urusan kompetisi. Ia dipandang sebagai investasi sosial, membentuk karakter, menggerakkan generasi muda, sekaligus menjadi wajah kebanggaan daerah.
Pesan Syah Afandin jelas, ditengah banjir, pemulihan, dan keterbatasan anggaran, satu hal tidak boleh padam, ambisi Langkat untuk terus mencetak prestasi.(Misno)






Discussion about this post