INformasinasional.com, MEDAN — Perairan Tanjungbalai–Asahan kembali jadi panggung gelap lalu lintas narkotika lintas negara. Dijalur laut yang sunyi namun sibuk itu, aparat dari Polrestabes Medan mengklaim membongkar sindikat narkoba skala besar jaringan internasional. Barang bukti yang disita tak main-main, 80 kilogram sabu dan 50 ribu butir pil ekstasi.
Dua tersangka, YNP (30) dan SB (59), ditangkap dengan muatan mematikan tersebut. Polisi menyebut keduanya hanya kurir. Otak dibalik pengiriman, berinisial L, kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Tujuan pengiriman Pekanbaru, Riau. Jalurnya laut.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menyatakan pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen pemberantasan narkoba. Namun angka-angka sitaan itu sekaligus menampar kenyataan, pesisir timur Sumatera Utara masih menjadi koridor empuk sindikat lintas batas.
Modus Kapal ke Kapal, Jerigen Palsu Solar
Tak berhenti disitu. Aparat juga menggagalkan penyelundupan 15 kilogram sabu dengan modus klasik tapi efektif, ship to ship—kapal ke kapal ditengah laut. Lima orang berinisial MR, ZS, MF, MH, dan HP diringkus.
Sabu itu disamarkan dalam jerigen yang dimodifikasi seolah-olah berisi solar. Jerigen-jerigen itu berlayar tanpa kecurigaan, hingga akhirnya kandas ditangan polisi.
Diepisode lain, dua pekerja migran ilegal, RF (19) dan AP (21), ditangkap di Perairan Tanjungbalai. Keduanya membawa 5.000 butir ekstasi dan 250 botol vape liquid mengandung narkotika dari Malaysia. Vape, yang semestinya menjadi alat penguap nikotin, berubah fungsi menjadi medium baru peredaran zat terlarang.
100 Hari Kerja, Laut Masih Bergolak
Jean Calvijn menyebut pengungkapan ini sebagai bagian dari 100 hari kerja dalam mendukung agenda pemberantasan narkotika yang dikaitkan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
“Ini bentuk komitmen kami mencegah masuknya narkoba kewilayah Kota Medan,” katanya, Minggu (22/2/2026).
Para tersangka kini ditahan. Barang bukti akan dimusnahkan. Namun pertanyaan yang mengambang diatas gelombang Asahan tetap sama, berapa banyak yang lolos sebelum 80 kilogram itu tertangkap?
Tanjungbalai–Asahan bukan sekadar garis pantai. Ia telah lama menjadi pintu belakang tempat kapal-kapal kecil bernegosiasi dengan gelap, dan jerigen-jerigen palsu menyimpan racun bernilai miliaran rupiah
Pengungkapan ini memang gemuruh. Tapi perang melawan narkotika dipesisir timur Sumatera Utara tampaknya masih jauh dari kata surut.(Misno)






Discussion about this post