INformasinasional.com, SABANG — Malam ke-25 Ramadan di Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang, Provinsi Aceh, tidak berlalu begitu saja. Ditengah sunyi malam yang dibelah lantunan ayat suci, Masjid Al-Falah menjadi pusat denyut spiritual warga. Para pemuda, remaja, hingga anak-anak berkumpul menuntaskan satu misi, mengkhatamkan Al-Qur’an, Sabtu malam, 14 Maret 2026.
Tak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian tadarus Al-Qur’an yang digelar sepanjang Ramadan. Dimasjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga itu, ayat demi ayat dibaca dengan khusyuk hingga khatam.
Imam Masjid Al-Falah, Tgk Muchtar Andhika, memimpin langsung pembacaan Doa Khatmil Qur’an. Suasana masjid dipenuhi jamaah yang larut dalam doa, seolah menjadikan malam itu sebagai momentum memperkuat ikatan spiritual dengan kitab suci.
“Ini bagian dari rangkaian tadarus Al-Qur’an selama Ramadan. Khatam bukan hanya simbol selesai membaca, tetapi juga pengingat bahwa Al-Qur’an harus terus hidup dalam keseharian kita,” kata Muchtar Andhika.
Menurut dia, membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya untuk mengejar pahala. Yang jauh lebih penting adalah memahami pesan yang terkandung didalamnya dan menjadikannya pedoman hidup.
“Al-Qur’an harus kita baca, kita pahami, dan kita amalkan. Disitulah nilai sebenarnya,” katanya dihadapan jamaah yang memenuhi masjid.
Kegiatan ini juga memperlihatkan satu hal yang mulai langka dibanyak tempat, keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan keagamaan. Anak-anak dan remaja gampong duduk bersaf, mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Diakhir kegiatan, Muchtar Andhika mengajak seluruh jamaah untuk menjaga tradisi tersebut.
“Mari kita lekatkan budaya cinta Al-Qur’an melalui kegiatan khatam seperti ini, agar Ramadan benar-benar membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Malam itu, diujung barat Indonesia, suara Al-Qur’an menggema. Bagi warga Ujong Kareung, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum merawat iman, tradisi, dan harapan.*






Discussion about this post