INformasinasional.com, Bulukumba_Desa Dwitiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba — Suara palu dan gesekan kayu terdengar bersahut-sahutan di Dusun Salu Salu.
Di antara rumah-rumah warga dan hamparan kebun yang menghijau, sebuah bangunan tengah dirintis. Bukan sekadar bangunan biasa, melainkan Tempat Pengajian Anak (TPA) yang kelak akan menjadi ruang bertumbuhnya generasi Qurani di Desa Dwitiro.
Pembangunan TPA di Dusun Salu Salu, Desa Dwitiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba ini sedang berlangsung.Proyek ini menjadi bagian dari komitmen desa dalam memperkuat fondasi pendidikan keagamaan anak sejak usia dini, sekaligus memperkaya identitas Dwitiro sebagai desa cerdas yang terus bergerak membangun kualitas sumber daya manusia.
Ruang Kecil untuk Mimpi-Mimpi Besar
Di desa yang dikenal aktif mengembangkan tata kelola berbasis digital dan pelayanan publik yang terbuka, pembangunan TPA ini menjadi penanda bahwa kecerdasan tak hanya diukur dari teknologi, tetapi juga dari akhlak dan nilai-nilai spiritual.
TPA bukan hanya tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga ruang pembentukan karakter—tempat nilai sopan santun, empati, dan kebersamaan ditanamkan sejak dini.
Warga Dusun Salu Salu menyambut pembangunan ini dengan penuh harap. Mereka percaya, investasi terbesar desa bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi pada pendidikan anak-anaknya.
Desa Cerdas yang Bertumbuh Bersama Nilai
Desa Dwitiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba selama ini dikenal sebagai desa yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sebutan “desa cerdas” bukan sekadar label, melainkan refleksi dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan dan partisipasi masyarakat.
Pembangunan Tempat Pengajian Anak (TPA) ini menjadi pelengkap dari visi tersebut. Pendidikan keagamaan yang kuat diyakini mampu berjalan berdampingan dengan kemajuan teknologi dan pembangunan infrastruktur lainnya.
Meski informasi detail mengenai progres pembangunan TPA belum tersedia secara daring, masyarakat tetap dapat mengakses berbagai kabar dan program desa melalui situs web resmi Desa Dwitiro. Transparansi dan keterbukaan informasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam membangun kepercayaan publik.
Harapan bagi Generasi Mendatang
Secara jangka panjang, keberadaan TPA di Dusun Salu Salu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar keagamaan anak-anak. Lingkungan belajar yang layak akan memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi santri maupun para pengajar.
Lebih dari itu, TPA ini menjadi simbol kebersamaan. Ia dibangun bukan hanya dengan semen dan batu, tetapi dengan doa, gotong royong, dan semangat kolektif warga desa.
Di tengah proses yang masih berjalan, masyarakat menanti hari ketika bangunan itu rampung dan dipenuhi suara lantunan ayat suci. Dari Salu Salu, cahaya kecil itu akan menyala—menerangi langkah generasi masa depan Desa Dwitiro.





Discussion about this post