INformasinasional.com, JAKARTA – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menilai perusahaan kargo mempunyai andil dalam serbuan barang impor murah dari China, termasuk yang ilegal. Hal ini menyusul perusahaan kargo PT Blueray terseret kasus suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Maman mengapresiasi langkah tegas penegak hukum tersebut dan menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kecil. Menurut Maman, dengan adanya kasus tersebut, perusahaan kargo memang menjadi pemain dalam fenomena derasnya impor masuk dari China.
“Saya berterima kasih dan ternyata terbukti bahwa memang salah satu pemainnya adalah perusahaan-perusahaan kargo,” kata Maman di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).
Maman menjelaskan momentum ini dapat menjadi keseriusan pemerintah dalam memberantas barang impor murah serta melindungi produk UMKM. Sebab, percuma UMKM diberi akses pembiayaan jika pada akhirnya produk mereka tidak bisa terserap pasar.
“Pada saat UMKM ini sudah memproduksi barang, mereka susah untuk menjual barangnya karena market becek, market kotor. Kenapa kotor dan becek? Karena tadi dipenuhi dengan barang-barang yang tadi ilegal, barang-barang yang impor dari Cina dengan harga yang sangat luar biasa murah, akhirnya UMKM kita mati,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak anti terhadap barang impor. Namun, ia menuntut agar semua pihak mengikuti aturan main yang berlaku agar produk lokal tetap punya daya saing.
“Kita tidak melarang impor, tapi tolong mbok ya sesuai aturan. Prioritas saya adalah mengamankan UMKM,” terang Maman.
Maman mengendus masih adanya perusahaan-perusahaan kargo lain yang ikut terlibat dalam permainan banjir barang impor murah. Menurut Maman, aparat penegak hukum (APH) sudah mengetahui dan mengantongi pelaku-pelakunya.
“Indikasi, kalau tanya ke saya, masih, tapi saya yakin aparat penegak hukum sudah tahu dan sudah mengetahui data-datanya,” jelas Maman.(dtf)






Discussion about this post