INformasinasional.com, LANGKAT — Pergantian pucuk pimpinan ditubuh Polresta Binjai tak dibiarkan berlalu sebagai seremoni kosong. Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Sribana Perangin Angin, bersama jajaran pimpinan dewan, menyambut langsung Kapolresta Binjai yang baru, AKBP Mirzal Maulana, SIK, SH, MM, MH, dalam suatu pertemuan yang sarat pesan: stabilitas kawasan perbatasan tak bisa dijaga dengan slogan semata.
Pertemuan yang digelar diruang kerja Ketua DPRD Langkat itu dihadiri Wakil Ketua DPRD H. Ajai Ismail dan Romelta Ginting, serta Sekretaris DPRD Langkat Basrah Pardomuan. Suasana tampak hangat, namun isu yang dibicarakan jauh dari ringan, keamanan wilayah perbatasan Langkat–Binjai yang kerap menjadi simpul persoalan sosial dan kamtibmas.
Ketua DPRD Langkat menyebut kunjungan Kapolresta Binjai sebagai sinyal positif penguatan hubungan antara aparat penegak hukum dan lembaga legislatif daerah. “Sinergi bukan pilihan, tapi keharusan,” kata Sribana, menegaskan bahwa keamanan publik adalah fondasi utama pembangunan, bukan sekadar urusan polisi semata.
AKBP Mirzal Maulana tak menampik kompleksitas tugas diwilayah perbatasan. Ia mengakui, sebagian wilayah administratif Kabupaten Langkat masih berada dalam cakupan kerja Polresta Binjai, suatu fakta yang menuntut koordinasi lintas daerah berjalan tanpa sekat ego sektoral. “Komunikasi harus intens, tidak boleh reaktif,” kata Mirzal, menandaskan pentingnya kerja kolaboratif antara kepolisian dan pemerintah daerah, termasuk DPRD sebagai mitra strategis.
Dalam kunjungan perdananya itu, Mirzal turut membawa barisan pejabat utama Polresta Binjai: Kabag Ops Kompol Kusnadi, Kasat Intel AKP Madya Putra, Kasat Lantas AKP Jansen Girsang, serta Kasi Propam AKP Kusuma Hadi. Kehadiran lengkap ini dibaca sebagai pesan keseriusan, bahwa urusan keamanan perbatasan bukan agenda sambilan.
Diskusi berkembang pada isu-isu kamtibmas aktual, mulai dari potensi gangguan keamanan lintas wilayah hingga kebutuhan langkah preventif yang lebih terukur. Pertemuan ini bukan sekadar ajang perkenalan, melainkan uji awal, apakah sinergi yang dijanjikan mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata di apangan.
Silaturahmi telah digelar, jabat tangan telah terjalin. Publik kini menunggu pembuktian, apakah kolaborasi DPRD Langkat dan Polresta Binjai benar-benar mampu menghadirkan rasa aman, atau berhenti sebagai rutinitas seremonial yang berakhir dimeja rapat.(Misno Adi)






Discussion about this post