INformasinasional.com, BANDA ACEH — Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, istana mengirim sinyal kuat ke Serambi Mekkah. Presiden Prabowo Subianto mentransfer Rp 72,7 miliar untuk pembelian sapi meugang bagi korban bencana di Aceh. Uang itu sudah cair. Instruksi pun jelas, beli sapi, salurkan, dan pastikan daging sampai ketangan warga sebelum azan magrib pertama Ramadan berkumandang.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah alias Dek Fadh menyebut dana tersebut telah dikirim melalui Sekretariat Presiden langsung ke 19 kabupaten dan kota terdampak. “Alhamdulillah, Bapak Presiden telah menyetujui permohonan Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh untuk bantuan daging sapi meugang, dan dananya telah ditransfer kemarin,” kata Dek Fadh, Rabu (11/2/2026).
Tradisi meugang bukan sekadar makan daging. Di Aceh, ia adalah simbol kebersamaan, martabat, dan syiar menyambut Ramadan. Ditengah deretan bencana hidrometeorologi dan gempa yang menghantam sejumlah wilayah, tradisi itu terancam hambar bagi ribuan keluarga yang kehilangan rumah dan penghidupan.
Transfer Rp 72 miliar itu datang sebagai “penyangga harga diri” sosial, begitu pemerintah daerah membingkainya.
Dana tersebut disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing pemerintah kabupaten/kota. Para bupati dan wali kota diminta segera membelanjakan sapi sesuai alokasi. Targetnya tegas, distribusi rampung paling lambat sehari sebelum Ramadan.
Dek Fadh yang juga Ketua Gerindra Aceh, mengingatkan kepala daerah agar tak sekadar belanja, tetapi memastikan distribusi merata dan tepat sasaran. Prioritas diberikan kepada warga terdampak bencana dan masyarakat dilokasi pengungsian. “Tanggung jawab penuh ada pada pemerintah kabupaten/kota,” katanya.
Tak berhenti disitu, ada kewajiban administrasi. Tiga hari setelah Ramadan, seluruh daerah diminta mengirim dokumentasi foto atau video serta laporan realisasi ke Biro Isra Setda Aceh untuk diteruskan ke Presiden. Negara hadir dan ingin bukti kehadirannya tercatat rapi.
Sebanyak 19 daerah penerima meliputi Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, serta Simeulue yang diguncang gempa saat bencana hidrometeorologi melanda.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengajukan permohonan sapi meugang kepada Presiden. Pemerintah pusat kemudian memutuskan skema transfer uang, bukan pengiriman sapi agar daerah membeli langsung sesuai kebutuhan dan harga pasar setempat.
Total 1.455 desa disebut akan menerima alokasi, masing-masing sekitar Rp 50 juta.
“Kalau tidak salah per desa Rp 50 juta. Harga sapi didaerah kita tidak sampai Rp 50 juta, mungkin mereka bisa beli dua sapi,” kata Dek Fadh awal pekan ini.
Dibalik angka-angka itu, ada pertanyaan yang tak kalah penting: seberapa efektif mekanisme transfer ini memastikan daging benar-benar sampai kekeluarga yang paling terpukul bencana? Ramadan tinggal menghitung hari. Meugang akan jadi panggung ujian bukan hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi klaim kehadiran negara disaat rakyatnya paling membutuhkan.(misn’t)






Discussion about this post