INformasinasional.com, ACEH TAMIANG — Luka akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang belum sepenuhnya kering. Lumpur, puing kayu raksasa, dan sisa-sisa rumah warga masih berserakan. Ditengah situasi itu, Tentara Nasional Indonesia kembali menunjukkan wajah lain dari kekuatan bersenjata, hadir, bekerja, dan menyingsingkan lengan baju.
Yonif 899/Bata Satya GardaPati (BSG) dibawah komando Letkol Inf Satriyo Pinandito SSos, turun langsung kewilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan logistik sekaligus mengerahkan personel guna mempercepat pemulihan pascabencana, Minggu (28/12/2025).
Dusun Al-Ikhsan, Desa Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, wilayah dengan sekitar 835 kepala keluarga menjadi salah satu titik fokus. Letkol Inf Satriyo hadir langsung dilokasi bersama Babinsa Koramil 01/KSP Serda Defril dan Kepala Dusun Al-Ikhsan, Dedi Syahputra, menyaksikan kondisi warga dari dekat.
“Kami prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat. Sesuai perintah Panglima TNI, kehadiran kami bukan hanya membawa sembako, tetapi memastikan wilayah ini benar-benar bisa pulih,” ujar Letkol Satriyo disela kegiatan.
Menurutnya, selain bantuan pangan dan tenaga kerja, TNI juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pengerahan alat berat. Puing-puing kayu besar sisa banjir bandang dinilai mustahil ditangani secara manual dan berpotensi memperlambat pemulihan jika dibiarkan.
Skala operasi yang digelar terbilang besar. Sedikitnya 1.866 personel gabungan disiagakan di Aceh Tamiang, terdiri dari Yonif 899/BSG, satuan 115 dan 116, Brigif 25, serta dukungan Yonif 111. Unsur Zeni Tempur (Zipur 10) turut dilibatkan dengan membawa alat berat kelokasi-lokasi terdampak.
“Target kami jelas. Dalam waktu kurang dari satu bulan, puing-puing ini harus bersih agar aktivitas warga bisa kembali normal,” kata Satriyo, menegaskan tenggat pemulihan.
Solidaritas juga datang dari luar satuan. Para perwira lulusan Akademi Militer 2008 “Wira Mandala” dan Akmil 2009 “Pilar Sampana” ikut mengulurkan tangan. Donasi sembako mereka salurkan langsung kepada warga Kota Lintang Bawah sebagai bentuk kepedulian lintas penugasan.
Warga menyambut bantuan itu dengan haru.
Irfan Syahputra, mewakili 835 kepala keluarga Dusun Al-Ikhsan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran TNI dan para alumni Akmil.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang diuji musibah. Hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan bapak-bapak TNI,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kepedulian para perwira Akmil 2008 dan 2009 yang tetap mengingat Aceh Tamiang meski bertugas diberbagai penjuru negeri.
“Semoga selalu diberi keselamatan dan keberkahan dalam menjalankan tugas negara,” katanya.
Bagi warga, bantuan yang datang bukan sekadar paket sembako. Ia adalah penanda bahwa mereka tidak sendirian. Ditengah lumpur dan puing banjir, kehadiran TNI dan solidaritas para perwira menjadi harapan agar Aceh Tamiang segera bangkit dan bersih kembali seperti sedia kala.(Misno)






Discussion about this post