INformasinasional.com, Humbahas — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sedang memacu revolusi genetika di kandang-kandang ternak warga. Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Distanak), program inseminasi buatan (IB) kini tak lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi strategi besar meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak sapi serta kerbau di wilayah itu.
Dibawah komando Kepala Bidang Peternakan, Basthian T.P. Sihombing, langkah yang diangkat sebagai aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan IV BPSDM Sumut 2025 itu diarahkan untuk menjawab masalah klasik, rendahnya efisiensi reproduksi dan minimnya tenaga teknis lapangan.
“Ini revolusi reproduksi. Inseminasi buatan berkelanjutan dan sinkronisasi birahi adalah kunci untuk menekan gangguan reproduksi pada ternak,” ujar Basthian lantang.
Menurut Basthian, teknologi sinkronisasi birahi yang mengatur siklus birahi melalui pemberian hormon prostaglandin memungkinkan hewan betina birahi secara serentak. “Saat mereka birahi bersamaan, manajemen reproduksi jadi lebih mudah. Efektivitas IB meningkat, kelahiran pedet seragam, dan kualitas genetik naik,” bebernya.
Dengan cara itu, Humbahas tak perlu menunggu bantuan bibit ternak dari anggaran pemerintah yang terus tergerus efisiensi. “Kami membuktikan bahwa tanpa menggelontorkan anggaran besar, kelahiran ternak milik masyarakat tetap bisa dipercepat,” jelasnya.
Ditengah kebutuhan sapi dan kerbau berkualitas yang terus meningkat, program ini diharapkan menjadi solusi keberlanjutan, bukan hanya menambah populasi, tetapi juga mendongkrak perekonomian peternak.
“Target akhir kami jelas: pendapatan masyarakat naik. Ternak berkembang, ekonomi ikut menggeliat,” tegas Basthian.
Sembari berbicara, Basthian kerap terlihat turun langsung ke kandang, memeriksa status reproduksi sapi di Desa Siponjot memastikan revolusi kecil yang ia gaungkan benar-benar hidup di lapangan.(Karmawan Silaban)






Discussion about this post