INformasinasional.com — Sahur kerap menjadi ritus yang dijalani setengah sadar. Mata masih berat, waktu terbatas, sementara tubuh dituntut bersiap menahan lapar seharian penuh. Dimeja makan, pilihan menu sering kali menentukan, asal mengenyangkan atau benar-benar menguatkan. Dititik itulah sambal kencur ikan lele hadir sederhana, membumi, tapi menyimpan daya dobrak.
Aroma kencur yang tajam namun bersahabat menjadi pembuka. Ia menyergap indra penciuman, memaksa selera yang enggan untuk kembali terjaga. Dipadukan dengan cabai, bawang, dan lele goreng yang renyah, hidangan ini bukan sekadar lauk, melainkan penanda kesadaran, sahur bukan rutinitas kosong.
Lele, ikan air tawar yang kerap dipandang sebelah mata, justru menyimpan kekuatan. Kandungan proteinnya tinggi, sekitar 18 hingga 20 gram per 100 gram, cukup untuk menopang energi selama puasa. Asam lemak Omega-3 dan Omega-6 di dalamnya bekerja senyap, membantu metabolisme dan menjaga daya tahan tubuh. Ia mengenyangkan tanpa memberatkan.

Tak hanya itu. Vitamin B12, B6, dan zat besi yang terkandung dalam daging lele memberi dukungan pada fungsi saraf dan sirkulasi darah. Sebuah kombinasi nutrisi yang relevan di bulan Ramadan, ketika tubuh diuji oleh perubahan ritme makan dan istirahat.
Keunggulan lain terletak pada kepraktisan. Pecak lele atau lele goreng sambal kencur dapat disiapkan dalam waktu singkat, sebuah kemewahan didini hari yang serba terburu. Sambalnya pun fleksibel, bisa disajikan mentah untuk sensasi segar, atau dimasak ringan agar lebih bersahabat dilambung.
Racikan sambal kencur biasanya sederhana namun presisi: cabai rawit dan cabai merah sebagai pemantik, kencur sebagai penentu karakter, bawang putih dan bawang merah sebagai fondasi rasa, tomat dan jeruk limau untuk kesegaran, serta sentuhan gula Jawa dan garam untuk keseimbangan. Tambahan daun kemangi kerap menjadi aksen terakhir,aroma yang menutup dengan elegan.
Ditengah maraknya menu sahur instan dan serba praktis, sambal kencur lele menawarkan perlawanan kecil: masakan rumahan yang jujur, kaya rasa, dan berpihak pada tubuh. Syaratnya satu, cukupkan air putih agar hidrasi tetap terjaga.
Karena sahur, pada akhirnya, bukan sekadar mengisi perut. Ia adalah ikhtiar menyiapkan diri, dan kadang, sepiring lele sambal kencur sudah lebih dari cukup untuk itu.(misnoadi)






Discussion about this post