INformasinasional.com, Medan — Belawan kembali menjadi panggung drama kriminal yang mendebarkan. Dalam sebulan terakhir, jalan-jalan sempit hingga sudut-sudut pelabuhan di kawasan ini berubah menjadi arena perburuan intens aparat Polres Pelabuhan Belawan. Hasilnya tak main-main, 48 bandit jalanan diangkut masuk sel, satu diantaranya terkapar dilumpuhkan karena melawan.
Operasi besar-besaran ini dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, yang menyebut langkah tersebut sebagai “operasi bersih-bersih” untuk memangkas teror kejahatan jalanan yang kian merajalela.
“Total ada 48 pelaku yang berhasil kami amankan dari 37 kasus berbeda. Salah satu begal sadis terpaksa kami ambil tindakan tegas dan terukur karena mencoba menyerang petugas,” kata Agus, Jumat (14/11/2025).
Pola kejahatan para pelaku beragam: ada yang mengincar pengendara dimalam buta dengan senjata tajam, ada yang membobol rumah warga saat penghuni lengah, dan ada pula spesialis pencuri sepeda motor yang beraksi hanya dalam hitungan detik.
Namun satu hal menyatukan mereka: operasi polisi yang tak memberi ruang bernafas.
Tim Reskrim melakukan pengejaran setiap malam, menyisir kawasan pesisir, depo kontainer, kawasan industri, hingga gang-gang kecil yang selama ini menjadi lintasan favorit para bandit. Beberapa ditangkap setelah kejar-kejaran dramatis, sebagian lagi diciduk saat sedang merencanakan aksi.
Pelaku yang ditembak dikenal sebagai begal yang kerap membawa senjata tajam dan tak segan melukai korban. “Dia menyerang anggota saat ditangkap, jadi kami berikan tindakan tegas,” kata Agus.
Aksi pembersihan ini menegaskan bahwa Belawan masih menjadi titik merah kriminalitas di Medan Utara. Warga menilai operasi besar-besaran seperti ini sudah lama ditunggu, mengingat dalam beberapa bulan terakhir aksi begal dan curanmor kerap terjadi bahkan diarea padat penduduk.
Namun Agus menegaskan bahwa operasi ini bukan respons sesaat. “Kami tidak akan berhenti. Pelaku begal, perampokan, dan curanmor lain akan kami buru sampai habis,” katanya.
Polres juga menekankan bahwa pemberantasan kriminalitas tidak mungkin berhasil jika warga hanya menjadi penonton. Mereka mengajak masyarakat turut aktif menjadi radar awal informasi.
“Silakan hubungi call center 110 kalau melihat atau mengalami aksi begal. Sekecil apa pun informasinya, akan kami respon,” tegas Agus.
Dengan 48 pelaku yang sudah diringkus, Polres Pelabuhan Belawan mengirim pesan keras: wilayah ini tak lagi bisa dijadikan taman bermain para bandit.
Aparat menegaskan bahwa tindakan tegas, termasuk tembakan akan selalu menjadi opsi bila pelaku memilih melawan. Warga pun berharap langkah ini menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar operasi musiman yang hilang setelah sorotan meredup.
Untuk saat ini, satu hal jelas: Belawan sedang menata napas. Para bandit mulai kehilangan panggung. Dan polisi memasang mata lebih lebar dari sebelumnya.(Misn’t)






Discussion about this post