Informasinasional.com
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita
No Result
View All Result
Informasinasional.com
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

6 Penambang Emas di Madina dan Sumbawa Tewas Tertimbun Longsor

18/09/2026 19:18
in PERISTIWA, TRENDING
0
6 Penambang Emas di Madina dan Sumbawa Tewas Tertimbun Longsor

DiMadina, material tebing Sungai Batang Gadis tiba-tiba ambruk dan menimbun tiga pekerja.

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

INformasinasional.com, MADINA – Aktivitas penambangan emas kembali memakan korban jiwa. Dalam rentang kurang dari dua pekan, sedikitnya enam penambang emas tewas tertimbun material longsor dalam dua insiden terpisah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dan Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tiga penambang tewas setelah tebing dibantaran Sungai Batang Gadis, Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Madina, runtuh saat mereka tengah melakukan aktivitas penambangan menggunakan mesin dompeng.
Sementara itu, tiga penambang lainnya meninggal dunia dalam longsor dikawasan Lawang Tua, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Tragedi tersebut juga menyebabkan sedikitnya enam orang mengalami luka-luka.

Dua peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan dilokasi penambangan emas yang berlangsung dikawasan rawan longsor.

Tebing Sungai Batang Gadis Ambruk, Tiga Penambang Tewas

Tragedi di Madina terjadi pada Kamis, 17 September 2026. Ketiga korban diketahui sedang melakukan aktivitas penambangan emas menggunakan mesin dompeng dialiran Sungai Batang Gadis. Ketika aktivitas berlangsung, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah tebing sungai. Dalam waktu singkat, dinding tebing runtuh. Material berupa tanah dan bebatuan meluncur kelokasi para penambang dan menimbun mereka. Ketiga korban sempat dinyatakan hilang karena tertutup material longsoran.

Humas Polres Madina, Aiptu R Manurung, membenarkan kejadian tersebut. Polisi menyebut lokasi itu sebagai tambang ilegal dan peristiwa tersebut sebagai kecelakaan kerja.
“Kecelakaan kerja tambang ilegal menggunakan mesin dompeng mengakibatkan tiga orang meninggal dunia,” kata Manurung saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).

Ketiga korban masing-masing Idir (56) dan Rahmad (46), warga Desa Sipaga, Kecamatan Panyabungan, serta Samsul, warga Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan.

Menurut keterangan kepolisian, para korban sedang bekerja dialiran Sungai Batang Gadis ketika tebing sungai tiba-tiba mengalami longsor.
“Mendengar suara gemuruh, reruntuhan dari lokasi tebing sungai telah runtuh sehingga material tebing menimbun para korban,” kata Manurung.

Baca juga  Anggota DPR RI Rizal Bawazier Hadir di Tengah Lautan Jama ah Maulid Akbar Habib Idrus Al Bahr Guncang Pekalongan

Pencarian Berlangsung hingga Malam
Setelah menerima laporan, petugas gabungan dari Polri, TNI, BPBD, serta masyarakat bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Medan yang berada disekitar aliran sungai serta material longsor yang menimbun lokasi membuat proses pencarian harus dilakukan secara hati-hati.

Operasi pencarian berlangsung hingga malam hari. Sekitar pukul 20.00 WIB, ketiga korban akhirnya berhasil ditemukan. Namun, seluruhnya sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Dilakukan proses pencarian dan evakuasi. Kegiatan pencarian berlangsung hingga pukul 20.00 WIB dan korban berhasil ditemukan,” kata Manurung. Jenazah kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian untuk proses penanganan lebih lanjut.

Sumbawa: Tebing Runtuh, Tiga Penambang Tewas

DiSumbawa, material dari bagian atas tebing diduga runtuh setelah adanya aktivitas penambangan dan menghantam para penambang yang bekerja dibawahnya.

Tragedi serupa sebelumnya terjadi di Kabupaten Sumbawa, NTB.
Tiga penambang emas meninggal dunia setelah tertimbun material longsor dikawasan Lawang Tua, Kecamatan Lantung, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 21.30 Wita.
Selain tiga korban meninggal dunia, enam penambang lainnya mengalami luka-luka.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini melalui Kasi Humas Iptu Zainal Arifin mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Peristiwanya terjadi sekitar pukul 21.30 Wita,” kata Zainal, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, para penambang ketika itu sedang mengambil material dibagian bawah tebing. Dibagian atas, diduga terdapat aktivitas penambangan lain yang menyebabkan batu atau material tebing tercongkel. Material tersebut kemudian runtuh dan menghantam para penambang yang berada dibawahnya.

“Hal ini menyebabkan material runtuh dan langsung menimpa para penambang yang berada di bawahnya,” kata Zainal.

Satu Meninggal di TKP, Dua di Puskesmas

Warga yang mendengar teriakan dari sekitar lokasi langsung mendatangi TKP. Mereka kemudian berjibaku mengevakuasi para korban dari timbunan material. Para korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Lantung sekitar pukul 22.00 Wita untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, tiga penambang akhirnya meninggal dunia.

Satu korban dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian. Dua korban lainnya meninggal ketika hendak mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lantung. Sementara enam penambang lainnya mengalami luka-luka.

Salah satu korban selamat adalah Farel, remaja berusia 17 tahun asal Desa Sarading, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa. Farel berada di lokasi tambang bersama paman dan kakak sepupunya. Ironisnya, dua anggota keluarganya tersebut, Imansyah dan Syaifullah, termasuk dalam korban yang meninggal dunia.

Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, mengatakan Farel mengalami luka setelah terkena material batu dan sempat tertimbun.
Setelah mendapat penanganan di Puskesmas Lantung, Farel kemudian diperbolehkan pulang.
“Korban Farel sudah dibawa kerumahnya. Korban masih trauma dan butuh waktu untuk pemulihan,” kata Nurhidayat.

Dua kejadian tersebut memperlihatkan pola bahaya yang sama: aktivitas penambangan dilakukan di bawah atau disekitar tebing yang memiliki risiko runtuh.

DiMadina, material tebing Sungai Batang Gadis tiba-tiba ambruk dan menimbun tiga pekerja.
DiSumbawa, material dari bagian atas tebing diduga runtuh setelah adanya aktivitas penambangan dan menghantam para penambang yang bekerja dibawahnya.

Kepolisian di Madina menyebut lokasi kejadian sebagai tambang ilegal. Sementara dalam kasus Sumbawa, polisi melakukan penyelidikan melalui olah TKP dan pemeriksaan saksi untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang menyebabkan longsor.

Rangkaian tragedi tersebut tidak hanya menyisakan persoalan korban jiwa. Ada pula pertanyaan mengenai aspek keselamatan kerja, pengawasan aktivitas pertambangan, kondisi lingkungan, serta legalitas kegiatan penambangan dilokasi masing-masing.
Enam orang kehilangan nyawa dalam dua peristiwa berbeda.

Bagi keluarga korban, aktivitas mencari penghasilan itu berakhir menjadi tragedi. Dan bagi para penambang yang masih bekerja dikawasan serupa, longsoran tebing menjadi ancaman yang bisa datang tanpa peringatan.(misn’t)

Editor: Ardiansyah

Post Views: 813
Tags: 6 PenambangDua tragediemasMadinasembilan terlukaSepekanSumbawaTertimbun Longsortewas
Previous Post

Anggota DPR RI Rizal Bawazier Hadir di Tengah Lautan Jama ah Maulid Akbar Habib Idrus Al Bahr Guncang Pekalongan

Next Post

Avanza Terbalik di Sungai Batang Serangan, 3 Penumpang Tewas, Satu Kritis

Next Post
Avanza Terbalik di Sungai Batang Serangan, 3 Penumpang Tewas, Satu Kritis

Avanza Terbalik di Sungai Batang Serangan, 3 Penumpang Tewas, Satu Kritis

Discussion about this post

BERITA TERBARU

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

Tiorita Dukung Kelayan Binter, Perkuat Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan

29/10/2026 22:06
Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

Resmi Dilantik, PWI Pasaman Barat Siap Perkuat Profesionalisme dan Integritas Pers

29/10/2026 20:19
277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

277 Koperasi Merah Putih di Langkat Belum Beroperasi, Pengurus Mengadu ke DPRD

29/10/2026 18:00
Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

Revitalisasi Hutan Kota, 387 Pohon Bibit Buah di Tanam

29/10/2026 16:48

Follow Us

Informasinasional.com

Informasi Yang Menambah Wawasan

KURS BANK INDONESIA (BI)

KATEGORI

  • ADVETORIAL (72)
  • AGRIBISNIS (66)
  • BERITA VIDIO (36)
  • DAERAH (3,378)
  • Desa Kita (29)
  • EKONOMI (697)
  • HUKUM (1,207)
  • INSFRASTRUKTUR (376)
  • INTERNASIONAL (639)
  • KRIMINAL (521)
  • KULINER (48)
  • NASIONAL (902)
  • OLAHRAGA (722)
  • OPINI (41)
  • OTOMOTIF (44)
  • PERISTIWA (1,559)
  • PILKADA (65)
  • POLITIK (562)
  • RAGAM (202)
  • TRENDING (2,694)
  • UMUM (795)
  • VIDIO (13)
  • REDAKSI
  • ABOUT-US
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

© 2023 Informasinasional.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • TRENDING
  • BERITA VIDIO
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • DESA KITA
  • PERISTIWA
  • UMUM
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • OLAHRAGA
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OTOMOTIF
  • INSFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • KULINER
  • PILKADA
  • RAGAM
  • AGRIBISNIS
  • OPINI
  • Wartawan Kita

© 2023 Informasinasional.com