INformasinasional.com, LANGKAT — Rotasi dan pelantikan pejabat kembali bergulir di Pemerintah Kabupaten Langkat Rabu 24 Desember 2025. Seremoni di Gedung Jentera Malay, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat itu tak berhenti sebagai agenda rutin birokrasi. Ia menjelma menjadi garis start ujian lapangan, pemulihan cepat pascabanjir.
Bupati Langkat H Syah Afandin SH melantik sejumlah pejabat Eselon II hingga IV ditengah situasi daerah yang baru saja keluar dari genangan. Dihadapan para pejabat yang baru mengucap sumpah, Syah Afandin mengingatkan bahwa jabatan bukan hadiah, apalagi simbol kuasa. Jabatan, kata dia, adalah amanah yang kelak dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya oleh publik, tetapi juga oleh Tuhan.
“Jabatan yang telah diberikan merupakan amanah yang dipertanggungjawabkan didunia dan akhirat. Pergunakan jabatan ini sebagai ladang amal,” kata Syah Afandin, dengan nada tenang, namun mengikat.
Konteks banjir yang melanda sejumlah wilayah Langkat membuat pesan itu terasa lebih keras dari sekadar nasihat seremonial. Bupati yang akrab disapa Bang Ondim itu tak memberi ruang adaptasi yang panjang. Ia langsung menantang para pejabat baru untuk membuktikan kapasitasnya di medan krisis, bukan dibalik meja rapat.
“Bukan lagi soal seberapa rapi laporan diatas kertas, tetapi seberapa cepat saudara hadir ditengah masyarakat terdampak banjir. Tunjukkan keahlian saudara dilapangan,” katanya, tegas.
Pesannya gamblang, birokrasi tak boleh menjadi penonton. Dinegeri Bertuah, pemerintah harus bergerak, menyentuh, dan dirasakan.
Fokus Pemulihan, kesehatan hingga Infrastruktur.
Syah Afandin menginstruksikan gerakan pemulihan cepat yang terukur dan menyentuh kebutuhan paling mendasar warga. Fokus diarahkan pada sektor kesehatan dan sanitasi untuk mencegah wabah pascabanjir, perbaikan infrastruktur publik yang rusak, penyaluran bantuan sosial, pembenahan administrasi dan anggaran, hingga mitigasi bencana kedepan.
Kecepatan dan kehadiran, bagi Ondim, jauh lebih penting daripada tumpukan dokumen pertanggungjawaban.
Instruksi khusus pun disampaikan, pejabat diminta tidak sekadar piawai dalam teori atau nyaman dibalik meja kerja. Mereka diminta “turun ke lumpur”, memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan warga yang terdampak.
Susunan Pejabat Baru
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah posisi strategis resmi terisi. Binawan dipercaya menjabat Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Langkat. D Suriono memimpin Dinas Perikanan dan Kelautan. Robby Deritawan Sitepu mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sementara Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dipimpin Robbi Rezeki.
Selain itu, Mimi Wardani Lubis dilantik sebagai Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Tengku Erna Yusnita sebagai Inspektur Pembantu Wilayah I Inspektorat, dan Dian Kurniawan Siregar sebagai Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri Disperindag.
Jabatan camat juga mengalami rotasi. Hairul Amin Ritonga dipercaya memimpin Kecamatan Pematang Jaya, Muhammad Nas Arif Syahputra menjabat Camat Wampu, dan Ramlan Tarigan memimpin Kecamatan Salapian.
Sejumlah posisi eselon lainnya turut diisi, melengkapi pergeseran roda birokrasi Langkat.
Pelantikan ini didasarkan pada serangkaian Surat Keputusan Bupati Langkat serta Keputusan Menteri Dalam Negeri terkait pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil diberbagai jabatan strategis.
Menurut Syah Afandin, rotasi ini merupakan bagian dari penguatan kinerja birokrasi agar pelayanan publik berjalan lebih cepat, responsif, dan berpihak pada rakyat.
Seremoni telah usai. Kini, publik menunggu jawabannya dilapangan, apakah jabatan benar-benar menjadi ladang amal, atau hanya jejak nama dalam arsip birokrasi.(Misno)






Discussion about this post